Entah apa yang harus aku
lakukan. Aku telah kehabisan cara untuk menarik perhatianmu. Bahkan semua kata
yang ku lontarkan padamu hanya untaian kata tak bermakna bagimu. Lantas kata
apa yang tepat untukku menjelaskan maksudku?
Kini bahkan aku merasa kita
kembali seperti tidak saling mengenal. Aku masih dapat melihat parasmu meski
dengan ketakutan ku. Iya!!! Kini aku takut melihatmu. Aku takut perasaan ini
semakin meluap. Walaupun sadarku tanpa bertemu denganmu pun aku tetap merasakan
perasaan yang tumbuh setiap harinya untukmu. Aku begitu merindukanmu ketika aku
tak mendapat kabar darimu. Andai tak kamu ketahui perasaan ini masih bisakah
kamu bersikap seperti biasanya? Seperti seolah tak ada masalah. Seakan semua
baik tanpa ada yang tersakiti. Seakan hubungan pertemanan kita murni tanpa ada
perasaan cinta di salah satu pihak.
Aku melihat orang lain yang
berada disisimu. Entah ada hubungan apa antara kamu dan dia? Kamu begitu dekat
dengannya. Kamu terlalu sering menghabiskan waktu dengannya. Dengan kedekatan
kalian apa aku masih sanggup untuk mengharapmu? Berharap kau dapat melihat
semua usahaku untuk mendapatkan hatimu. Sedang ada dia yang aku rasa lebih
sering denganmu dan lebih mendapatkan perhatian darimu. Sehingga aku tak mungkin
bersaing dengan semua itu. Aku hanyalah orang asing yang lancang ingin menetap
di hatimu dalam waktu yang sedemikian singkat ini. Aku hanyalah orang asing
yang ingin selalu berada disisimu. Bodohnya aku menganggap semua itu mudah.
Bahkan aku tak tahu semua akan sesakit ini. Begitu sakit saat harus menyaksikan
kau pergi bersamanya. Kau takkan tau yang aku rasa karna kau tak memiliki
perasaan yang sama seperti yang aku rasakan. Sehingga kau pun takkan mengerti
bagaimana tersiksanya menjadi aku.
Aku ingin menyerah. Menyudahi
menyakiti hati ini, namun seakan hati ini sendiri yang menolak. Hati ini terus
mengikuti sosokmu yang kini semakin tak ku temui. Hati ini ingin terus bertahan
menantimu, menanti hatimu. Walau mungkin aku tau aku bukan menjadi pilihanmu.
Mungkin dia yang akan menjadi pilihanmu. Sehingga mungkin pada akhirnya aku
hanya dapat menyaksikan kebahagiamu dengannya bukan denganku. Apa ketika semua
itu terjadi aku akan tetap mempertahankan perasaan ini? Entah. Aku mencoba
menjauh, berusaha tidak peduli denganmu. Mengacuhkan apapun semua tentangmu.
Namun semakin ku coba itu semua aku semakin merasa tersiksa. Aku merasa cemas
sejadinya. Bodoh! Aku merasakan itu semua yang aku tahu tak mungkin kamu
merasakannya juga.
Aku selalu merindukan kamu
yang bahkan tak pernah memikirkanku apalagi merindukanku sedikitpun. Aku sosok
yang bahkan tak kau lihat dari sudut matamu.