Sabtu, 08 Juni 2013

MENUNGGU PESAN SINGKATMU

Hai kamu..
Kamu yang sudah sangat jarang aku temui dalam inbox di handphone ku. Kamu yang sudah tak pernah menyapaku di pagi hari. Memberi ucapan “selamat pagi” serta mengingatkan aku akan sarapan. Hingga dengan ucapan sesederhana itu kamu dapat menyemangatiku di pagi hari. Namun entah kapan terakhir aku mendapatkan itu semua. Sadarkah engkau aku mulai terpengaruh dengan pesan singkatmu itu. Aku selalu menunggu sebuah pesan sederhana itu di pagi hari. Meski hingga tengah hari tak ku temukan pula sebuah pesan itu. Namun aku selalu memberikan asupan positif untuk pemikiran ini. Mungkin kamu tengah sibuk dengan semua tugas kuliah yang harus kau kerjakan. Hingga pada malam pun tak ku temui pula sebuah pesan darimu masuk dalam inbox handphone ku. Sampai saatnya aku terlelap dalam harapan. Harapan saat mata ini terbangun tlah ku dapati sebuah pesan darimu. Kenyataan pahit setelah malam terlewati dan aku terbangun masih tak ku temui pula sebuah pesan darimu....
Aku tetap melewati hari, menyapa pagi meski tak ada lagi sapaanmu di pagi hari. Menikmati makan siangku meski tanpa pertanyaan darimu “udah makan belum?”. Dan aku tetap berdoa agar aku dapat bertemu denganmu dalam mimpi meski tanpa ucapan “selamat malam dan selamat tidur”. Tahukah kamu aku merindukan semua kata-kata perhatian sederhana darimu. Tapi, dimana kamu??? Haruskah selalu aku yang memulai menghubungimu???? Haruskah itu??? karna terlalu banyak pula sebuah pesan dariku yang tak mendapatkan balasan darimu. Aku hampir gila memikirkan ini. Aku hampir hancur karna ini semua. Entah perasaan tolol apa ini. Aku mengharapkan kamu. Iya!! Kamu!!!! Kamu yang tak pernah mau mengerti tentang perasaan ini. Sudahlah!!! Aku bisa mengatasi ini semua. Aku cukup kuat menyimpan semua ini sendiri. Uruskan saja kesibukanmu dengan semua temanmu, dengan game favorite mu dan dengan semua tugas yang harus kau kerjakan. Menghubungiku hanya akan membuang waktumu, iya kan??? Siapa pula aku bagimu, hingga harus selalu mendapat kabar darimu, apa yang kamu lakukan, dengan siapa kamu, berada dimana kamu. Aku tak berhak mengetahui itu semua.

Namun kini aku begitu merindukanmu. Sangat!!! Aku merindukan tatapan matamu. Aku merindukan suaramu yang cadel. Dan, aku sangat merindukan sebuah pesan singkatmu dalam inbox handphone ku. Bisakah kamu bersikap seperti dulu???? Aku butuh itu. Aku terlalu cepat tergantung dengan mu. Dengan perhatianmu. Aku merindukanmu....
                                                                                                              dhizna