Entahlah rasanya percuma aku bersua jika engkau enggan mengerti. Di mana letak dewasamu jika menghindari masalah adalah caramu? Bocah.
Kisah kita bukanlah cerita dongeng, bukan pula cerita teenlit yang selalu aku baca. Kisah kita rumit. Dan, entahlah aku ragu bagaimana akhirnya. Bahagia seperti cerita teenlit yang aku baca atau tragis seperti ketakutanku.
Aku bingung dengan langkah apa yang harus aku pilih. Mempertahankan atau melepaskan. Aku bahkan tidak munafik jika aku belum siap melepaskan. Tak tau denganmu. Aku masih sangat ingin melanjutkan hidup denganmu. Masih sangat ingin berbagi cerita, melihat senyummu, mendengar suaramu, tersenyum mendengar rekaman suara saat kamu bernyanyi untukku. Namun, aku pula aku mempunyai ketakutan yang dalam. Ketakutan akan ada lagi kebohongan-kebohongan lain darimu. Bagaimana kamu tega melakukan itu? Aku yang selalu berusaha jujur dan kamu yang ternyata menutupi kebohongan.
Bukankah dalam suatu hubungan harus ada kata saling. Saling mengerti, saling menghargai, saling meluangkan waktu, saling sayang dan saling percaya. Lantas bagaimana jika kepercayaan itu di salah gunakan?
Hubungan jarak jauh ini semakin mempersulit keadaan. Hanya komunikasi yang dapat di andalkan. Beberapa pertanyaan yang ku ajukan sebelum aku pergi. Ratusan kata yang kau ucap. Hingga akhirnya kita memutuskan untuk melanjutkan hubungan ini dengan keyakinan. Namun yang terjadi sekarang adalah jauh dari apa yang kau ucapkan. Nihil. Kamu tidak meyakinkan diri ini. Kamu tidak membuat aku mempercayaimu. Kamu tidak peduli. Lantas mengapa kamu pilih aku? Jika keperduliaan itu sudah tidak ada. Atau bahkann rasa sayang itu pun sudah memudar. Jika jalani saja seakan tidak ada tujuan. Seakan hanya main-main.
Aku membayangkan bagaimana kamu mempertahankan aku. Kamu terlalu egois untuk tidak menjelaskan dan mempertahankan. Jika sikapmu selalu seperti ini entah bagaimana kedepannya nanti. Aku muak di mana aku merasa hanya aku yang mempertahankan hubungan yang kita jalin berdua. Bukankah kita dua orang yang telah lelah menunggu dan mencari sehingga memutuskan bersama. Sekarang tugas kita hanya mempertahankan atau melepaskan. Kembali membangun kepercayaan atau merobohkan. Semua tergantung padamu. Jika kamu ingin melanjutkan hidup denganku. Hilangkan, jauhkan segala celah untuk adanya orang ketiga.
Jangan sakiti seorang yang telah bersusah payah mempertahankanmu serta menyayangimu tanpa kecuali...
Ina