Hei
kamu...Baru beberapa hari saja aku mengenalmu. Betapa hebatnya kamu sudah dapat
membuatku mabuk kepayang. Ku akui parasmu yang pertama kali membuatku ingin
mengenalmu. Setelah berkenalan denganmu seakan ada magnet diantara kita yang
membuatku ingin selalu berkomunikasi denganmu. Dan gilanya aku selalu tersenyum
kala aku membaca chat darimu. Kamu orang yang sangat ramah dan begitu
menyenangkan.
Beberapa
hari kita saling berkomunikasi. Aku merasa ada yang aneh disini. Kita chat
dengan panggilan aku & kamu. Terkadang tanpa segan pun kita mengucapkan
kata “sayang”. Bukankah kita baru mengenal? Secepat inikah? Tak pernah ada
keberatan dalam hati ini dengan semua ini. Sadarku ini hanya gurauan semata. Aku
hanya berharap agar tidak terjebak disana.
Aku
seorang yang begitu perasa. Aku seorang yang dengan rentan nyaman terhadap
orang. Aku seorang yang tak berdaya dengan kata manis. Kini, aku seorang yang
juga begitu takut menangisi seseorang yang baru ku kenal. Bukan hal yang tidak
mungkin bagiku untuk bisa benar-benar menyayanginya dengan sungguh. Hanya
dengan ucapan kata sayang yang bersifat candaan saja aku bisa salah mengartikan
itu. Namun, aku tak ingin mempersalahkan ini. Karna tetap berkomunikasi dengannya
sudah cukup buatku. Tak peduli status apa yang aku jalani. Pacaran, teman, atau
bahkan sekedar menyenangkan saja. Aku merasa miris dengan diriku sendiri, apa
sesepi inikah kehidupan yang aku jalani? Sehingga aku meladeni seorang yang
belum ku kenal dengan pasti seperti orang pacaran.
Harapku jika ia
bukan untukku aku tak perlu merasakan sakit karnanya dan aku harap dengan
panggilan manis itu semua aku tidak jatuh hati padanya :’))
Ina.....