Jika
memang bukan aku yang kamu inginkan kenapa harus aku yang mendapati kabar
darimu setiap harinya. Jika memang bukan aku yang akan menjalani hari bersamamu
kenapa harus aku yang mendapati kata manis darimu. Jika memang bukan aku yang ada
dihatimu kenapa harus aku yang mendapati perhatianmu.
Atau mungkin semua yang kamu lakukan kepadaku
kamu lakukan pula untuk yang lain, yang padahal katamu hanya aku yang mendapati
pesan darimu. Apa kamu terlalu mahir dalam berucap atau aku yang terlalu lugu
untuk percaya semua katamu. Ini waktu yang sangat singkat, sangat singkat. Seperti
hujan di siang hari. Begitu mengagetkan. Kamu itu teka-teki di mana aku tidak
tau bagaimana memecahkannya, seperti ingin kemudian tidak. Kamu itu labirin di
mana aku tidak tau jalan keluarnya. Aku tersesat.
Bagaimana bisa hanya karna seorang “kamu” aku
harus kembali menitikkan air mata? Bagaimana bisa hanya karna seorang “kamu”
aku sampai dibuat kalang kabut seperti ini? Bukankah aku pernah tidak
menyukaimu lantas mengapa kini aku menangisimu. Bukankah aku pernah
menganggapmu hal yang biasa tapi, mengapa sekarang aku begitu memperdulikanmu. Bodohkah
aku yang sekarang seolah memasuki jurangku sendiri. Bodohkah aku yang saat ini
begitu terhanyut oleh semua kata-katamu.
Aku
pernah mendengar banyak kabar miring akan dirimu, dan pada saat itu aku
pastikan takkan pernah aku sampai jatuh hati kepada seorang sepertimu. Namun kini
aku seakan termakan oleh omonganku sendiri dan menutup telinga dari berbagai
sudut manapun yang berucap buruk tentang kamu. Namun kini aku tau satu hal, nyatanya bukan aku yang kau
inginkan. Bukan aku yang kau pilih sedari awal. Ada orang lain yang kau
harapkan, ada dia yang kau impikan dan bukan aku.
Katamu
kamu tak pantas untukku dan berharap ada orang lain di luar sana yang lebih
dari dirimu. Lantas orang seperti apa yang pantas untukku. Adakah alasan yang
lebih baik dari itu. Mengapa tidak kamu katakan saja bahwa kamu tengah menyukai
orang lain. Bagaimana kamu tau pantas atau tidaknya kamu untukku? Dan,
bagaimana jika bukan orang lain yang aku inginkan melainkan kamu yang aku
inginkan.
Cinta
tidak dapat dipaksakan, dan aku tak mungkin mengemis agar kamu bersamaku. Tidak!!
Aku tidak akan melakukan itu. Aku hanya ingin menjalani hariku dengan seseorang
yang suka rela menjalaninya bersamaku bukan lantaran belas kasian atau pun
terpaksa. Jika memang ada yang lain yang kau harapkan, aku hanya dapat berdoa
semoga kamu segera mendapatkannya. Akan ku doakan yang terbaik untukmu. Biarlah
kini aku mengatasi sendiri akan aku apakan perasaan ini. Singkatnya fikiranku
karna aku kira kita akan bersama. Singkatnya fikiranku karna aku kira kamu
memiliki rasa yang sama dengan yang aku rasakan. Singkatnya fikiranku karna aku
kira cinta datang secepat ini dan aku tak ingin menyesal karna lama
menyadarinya. Maaf. Aku minta maaf. Maaf karna aku terlalu cepat menyimpulkan. Menyimpulkan
bahwa kedekatan kita ada yang lain.