Rabu, 14 Oktober 2015
JIKA BUKAN AKU
TAK PANTAS UNTUKMU
Jumat, 28 Agustus 2015
MASIH KAMU DAN KAMU
Senin, 22 Juni 2015
WAKTU
Waktu jahat yaa. Iya aku bilang waktu jahat. Kenapa??? Karna waktu membiarkan jarak ini semakin terasa. Karna waktu membuat sikap menjadi acuh, dingin dan asing. Kita pernah tertawa sangat lepas bersama. Kita pernah menghabiskan waktu yang berharga hanya dengan bermain game. Bahkan kita pernah dengan waktu yang cukup larut kita masih bersama hanya untuk mencari pengisi perut (hehehehe). Sekarang semua hal yang pernah kita lakukan hanya dapat ku ingat tanpa kita ulang kembali. Aku diam dan diam. Aku diam dalam keterasinganmu. Aku membisu dalam harap. Oh Tuhan, aku ingin mengulang semua itu. Semua yang nyatanya hanya kesementaraan saja. Kenapa bahagia secepat ini berlalu?? Mengapa dengan bodoh hanya aku yang berharap waktu dapat dengan baik hati mengulang semua. Sudahlah, kini waktu sudah terlalu jahat. Kenapa bisa waktu jauh membawa kita dalam asing? Bagaimana bisa waktu membuat luka sepedih ini? Namun mengapa waktu tidak membuat aku lupa akan ini? Aku masih mengingat. Aku masih berharap. Aku tidak lupa. Bahkan tidak ingin. Sejahat waktu aku berterima kasih karna engkau telah sempat mengukir tawa meski kini harus dengan air mata aku menertawakannya...
Kamis, 14 Mei 2015
KAMU DAN RINDU INI
Sabtu, 02 Mei 2015
KAMU DALAM TANYAKU
pertanyakan. Bagaimana perasaanmu? Bagaimana jika kamu yang jadi aku? Semuanya. Gemuruh dalam kepala semakin memuncak. Aku tak dapat berfikir logika. Semua terasa mati. Hanya logika ku yang mati tidak hatiku. Aku mencaci diriku setiap harinya, "Mengapa aku sampai jatuh hati padamu???". Dalam diamku yang begitu ketakutan akan kehilanganmu, kehilangan yang bahkan memiliki saja tidak. Tuhan, mengapa kau hadirkan aku rasa tapi, tidak mengizinkan aku bersamanya?? Katakanlah aku egois yang begitu ingin mencicipi hidup denganmu. Katakanlah aku iri yang begitu ingin di perhatikanmu seperti dia. Bodoh. Harus ku apa kan hati ini?? Harus aku bagaimana kan perasaan ini?? Dan, apa yang harus ku lakukan dengan harapan serta angan ini??? Andai bisa dengan mudah ku bakar atau ku buang mungkin sudah ku lakukan sejak awal ku merasakannya. Tapi, perasaan ini bukanlah secarik kertas yang dengan mudah ku buang. Perasaan ini adalah hati yang menyayangimu. Sebut saja kini aku pelampiasanmu, aku yang berusaha selalu ada untukmu. Sebegitu hinanya kah aku hingga menyayangimu adalah suatu kesalahan. Baiklah!! Biarkan aku hidup dalam kesalahanku. Biarkan aku mati karna perasaan yang menggrogoti ku setiap harinya. Mungkin sabarku kurang. Mungkin aku masih harus banyak belajar. Terlebih mungkin kesadaranku sangat lancang. Maafkan aku yang begitu lancang menyayangimu bahkan menaruh harap padamu. Aku menyayangimu.
Jumat, 24 April 2015
KAMU YANG AKU PERJUANGKAN
Sampai saat ini aku masih meyakini apa yang hatiku inginkan. Aku masih sangat menjaga apa yang harapkan. Namun, selayaknya perahu yang tengah berlayar di tengah lautan dan tersambar ombak yang besar. Itu yang aku rasakan. Beberapa hari ini aku memikirkan hal yang sama. Kamu. Bodoh memang, untuk apa aku memikirkanmu. Namun semakin aku berusaha menghindar semakin daya ingat ini terus menarik ke arah mu. Seakan semua tentangmu begitu menarik untuk ku ketahui. Iya, semua. Termasuk tentang bagaimana hubunganmu dengannya. Aku mendengarkannya hampir disetiap malamku. Ada dingin yang begitu saja merasuk. Ada hening yang begitu saja hinggap. Ada tangis yang begitu saja ingin ku luapkan namun lebih ku tahan. Ada sakit yang entah bagaimana aku deskripsikan saat kamu ceritakan bagaimana sikapnya kepadamu. Yang katamu ia mengesampingkanmu walau katanya kamu adalah masa depannya. Aku sakit mendengarnya. Bagaimana bisa ia mengacuhkanmu sedang ada aku yang begitu mendambakan kebersamaan denganmu. Ada aku yang tengah berjuang mendapatkan hatimu, yang dengan jahatnya ingin melepaskan genggaman tangannya dari tanganmu. Ada sakit yang tak kamu ketahui saat kamu mengatakan padaku "Coba bayangkan aku yang udah capek, mata udah ngantuk tapi, kamu tetep nanggepin bbmnya dan jadi asik." Percayalah aku pernah mengalami hal serupa saat denganmu. Ku biarka kedua mata ini tetap terjaga meski terkantuk untuk berkomunikasi denganmu. Karna aku tidak ingin melewatkan waktu. Semua waktu ku berharga jika ku habiskan karenamu. Bahkan kini aku tengah membuang waktu ku untuk menunggumu, tenanglah aku punya begitu banyak waktu untuk ku buang begitu saja jika itu karenamu. Sampai hati ini lelah menanti. Aku takkan memaksamu meninggalkannya. Takkan pernah ku lakukan itu. Biarkan saja hati kecilmu yang menentukan pada siapa kamu akan menjalani harimu. Dengannya yang begitu sulit memberi waktu untukmu atau denganku yang begitu suka rela membuang waktu untukmu, denganmu.
Rabu, 08 April 2015
PERIHAL HATIKU
Aku hanya ingini bahagia. Dan, Tuhan tidak pernah bercanda saat memberi tawa bahagia pada umatnya. Ku ucapkan syukur tiada tara. Hati yang mungkin tlah lama mati kini telah bernyawa kembali. Aku yang telah lama tidur kini telah tersadar. Layaknya putri tidur yang bangun lantaran mendapati sebuah kecupan dari sang pangeran. Aku mendapati sadarku dari tamparan kata-katamu. Hebatnya kamu. Berjuta kata yang terucap dari mulutmu membuatku diam mematung. Tak ada kata yang tepat untukku menjawabnya. Bukankah aku selalu mengelak saat orang lain berbicara tapi, denganmu aku bagai anak kelinci yang di hadang sang singa. Hanya diam.
Tuhan, aku mengucap syukur atas semua yang telah engkau beri padaku. Tapi, Tuhan tidak kah engau bercanda atas perasaan yang kau beri padaku ini. Perasaan apa ini?? Nyaman dengan keberadaannya. Tenang dengan tatapannya. Tatapan yang begitu teduh. Membuat luluh saja. Tidaaak Tuhan! Jangan dia. Aku tak ingin kehilangannya lantaran aku mempunyai rasa terhadap seorang yang telah memiliki kekasih. Hubungan yang telah mereka jaga dan aku hanya singgah sebentar. Mungkin hanya waktu, waktu yang mengantarkanku pada masa di mana aku harus melenyapkan semua yang tak ku harapkan. Bukan aku tidak bersyukur karna bertemu dengannya. Aku sangaaat bersyukur dapat mengenal bahkan mendapati perhatiannya. Aku hanya tidak siap jika harus kehilangan itu semua.
Ini perihal hatiku. Biar saja aku yang bertanggung jawab penuh atasnya. Tawa, bahagia atau bahkan tangis sekalipun, aku terima.
Senin, 23 Februari 2015
TERNYATA
Kamu membuatku cinta dengan beribu kata manis yang kau utarakan. Kamu membuatku cinta dengan semua perlakuanmu yang membuatku bagai seorang putri kerajaan. Kamu membuatku melayang bebas menikmati rayuanmu. Ucapan sayangmu. Ahhh aku terlena. Tak bosan aku membaca semua pesanmu kembali sebelum aku terpejam. Hanya membuatku yakin ini bukan mimpi. Setiap pagi, kala ku membuka mata sudah ku dapati sebuah pesan manis darimu. Membuat langkah semangat disetiap pagiku. Membuat guratan senyum yang melingkar menghiasi pagiku.
Seperti tertombak saat berburu. Saat ku tau kita tidak dalam status yang orang sebut "pacaran". Jantung ini seakan berhenti. Hening. Sunyi. Tetiba saja dingin merasuki tulang rusukku. Namun entah malaikat mana yang merasuki. Entah mantra apa yang kamu tuang dalam setiap ucapanmu. Aku percaya padamu bahwa ini bukan perihal karna wanita lain. Dan kamu yang juga percaya padaku, membebaskan aku jika ada yang lain. Namun aku terlalu lelah mencari. Aku ingin disini bersamamu, duduk manis menunggu kesiapanmu bahagia denganku. Jika ada perangkai kata semaut dirimu, mungkin saja. Dikecewakanmu saja aku bahagia. Kamulah jurang di mana aku rela terlempar sesering mungkin
Selasa, 17 Februari 2015
KU TEMUKAN KAMU
Aku kembali merasa jatuh cinta. Merasa deg-degan lagi. Merasa pipi ini begitu berseri merah merekah kala mendapati pesanmu. Ahhhh ini gila. Pada satu malam kita dalam percakapan yang cukup gila. Kita berbincang akan saling memiliki. Apa ini?? Apa status pertemanan kita akan berubah menjadi status pacaran?? Yakinkah kamu??
Kamu berkata jujur akan apa yang kamu rasakan. Ingin bersamaku. Ingin memilikiku. Dan ingin sebuah pertemuan. Kita memang sudah tak lama bertemu. Berapa lama yah?? Mungkin setahun lebih. Cukup lama. Aku ingin bertemu denganmu. Sangat ingin. Dan, pada saatnya sebuah pertemuan yang kita dambakan itu hadir kamu hanya berkata "Ciee akhirnya ketemu juga" aku hanya tertunduk tersipu malu dan bahagia. Berada didekatmu dengan waktu seadanya. Karna esok kita akan kembali melewati hari tanpa tatap langsung, tanpa sebuah genggaman dan hanya kata rindu yang dapat kita sampaikan dalam sebuah pesan atau percakapan kita.
Aku harap jarak ini hanya jembatan kecil tanpa halangan yang besar. Membuat kita tetap percaya akan bahagia bersama. Akan ikatan saling memiliki. Jalani saja dengan keyakinan kita. Semoga Tuhan meng-Amin-kan semua doa kita.
Surat ini harusnya ku posting dua hari yang lalu. Karna sibuk harus ku tunda. Surat untuk seseorang dengan akun twitternya @wahdoy_
Minggu, 15 Februari 2015
BAHAGIAKAN DIA
Taukah kamu ada perasaan nyata yang timbul dalam hati. Apa kamu merasakan itu? Aku mengutarakannya padamu. Tak ku duga kamu pun ternyata punya rasa yang sama. Ahhh serasa semua sempurna. Kita hanya dihalangi beberapa kilometer. Tak masalah untukku namun masalah untukmu. Hanya keyakinan aku untuk bersamamu. Merasa semua sia-sia. Untuk apa kamu bilang perasaan yang sama jika tak kau wujudkan itu.
Sayang. Aku ingin semua ini menjadi nyata. Tapi, aku bisa apa jika kau tak menginginkannya. Aku hanya diam dan bersabar semoga kelak kamu tau disini ada aku yang sedang menunggumu. Menyambut jika kau siap untuk bersamaku walau jarak yang kau permasalahkan itu sudah tak berarti. Entah kapan.
Aku dengar kamu sudah mengenggam jemari seorang gadis. Siapa dia? Kekasihmu? Atau gebetanmu. Pasti kekasihmu. Beruntungnya dia mendapati kamu. Aku yang menunggumu tapi, ia yang bersamamu. Aku cemburu bodoh. Aku tak bisa menahan jutaan air mata yang jatuh membasahi pipi kala aku tau kamu begitu menyayanginya. Apa dia bisa bersabar dikala egomu datang. Apa dia bisa membujukmu dikala amarahmu membara. Tapi, sudahlah ia sudah menjadi pilihanmu.
"Untuk kamu yang pernah ku sayangi. Selamat berbahagia tanpa aku"
Jumat, 13 Februari 2015
RINDUKU, KEACUHANKU
Heeem apa kabar kamu disana? Terasakah rinduku? Apa kamu merasakan rindu yang sama terhadapku? Aku rasa tidak. Memang siapa aku hingga harus mendapati sebuah rindu darimu. Tak apa. Aku sadar.
Ingin ku habiskan waktu denganmu. Mustahilkah itu? Sekedar duduk menikmati secangkir coklat panas atau coffe yang biasa kau teguk setiap malamnya. Mendengar langsung dari mulutmu bagaimana kehidupanmu. Mungkin ini khayalku saja. Dosakah? Terkadang aku ingin pergi darimu. Menjauh, menghiraukan kabarmu. Aku belum mampu atau memang hati ini tidak ingin melakukannya. Seiring langkah kaki, detakkan jantung bergemuruh kala memikirkanmu, mungkin aku akan melupakanmu. Karna teringat akan hadirnya ia disisimu takkan mampu mengubah aku dan kamu menjadi kita.
"Untuk kamu seseorang yang tengah mencuri perhatianku dengan keacuhanmu. "
Rabu, 11 Februari 2015
SEMANGATI AKU
Gadis penyuka kata-kata. Lebih memilih memainkan penanya dibandingkan dengan suaranya. Sewaktu ia akan hanyut dalam microsoft word yang penuh dengan luapan kata dalam otaknya. Entah kata-kata romantis, puitis, bahkan cacian. Semua ia tuangkan. Impiannya adalah menjadi penulis.
Baginya setiap kata itu indah entah baik atau kasar. Entah kapan impiannya akan terwujud. Sedari awal ia ingin duduk dibangku kuliah dengan jurusan Sastra Indonesia bukan dibidang Akuntansi. Namun, apalah daya mamanya tak merestui, dengan terpaksa ia menuruti mamanya dengan kukiah di jurusan Akuntansi. Dan, pada akhirnya kuliahnya pun berantakan. Ia hanya menulis pada halaman blognya. Atau pada nemo handphone-nya yang kemudian ia share ke path, instagram, tumblr atau bahkan twitter. Banyak yang menyarankan, buatlah sebuah novel lalu kirimkan pada penerbit. Dan, ia hanya menjawab, tidak semudah itu. Ia lebih sering menulis kata-kata yang saat itu ia fikirkan.
Gadis pecinta kata itu ialah aku sendiri. Aku adalah gadis yang mempunya impian menjadi penulis. Menulislah terus dan tunjukkan semua hasil tulisanmu, hobimu pada mama.
"Aku menyemangati diriku sendiri, semampunya usahaku"