Kamis, 19 Desember 2013

PERMAINAN SAYANG

Hei kamu...Baru beberapa hari saja aku mengenalmu. Betapa hebatnya kamu sudah dapat membuatku mabuk kepayang. Ku akui parasmu yang pertama kali membuatku ingin mengenalmu. Setelah berkenalan denganmu seakan ada magnet diantara kita yang membuatku ingin selalu berkomunikasi denganmu. Dan gilanya aku selalu tersenyum kala aku membaca chat darimu. Kamu orang yang sangat ramah dan begitu menyenangkan.
Beberapa hari kita saling berkomunikasi. Aku merasa ada yang aneh disini. Kita chat dengan panggilan aku & kamu. Terkadang tanpa segan pun kita mengucapkan kata “sayang”. Bukankah kita baru mengenal? Secepat inikah? Tak pernah ada keberatan dalam hati ini dengan semua ini. Sadarku ini hanya gurauan semata. Aku hanya berharap agar tidak terjebak disana.
Aku seorang yang begitu perasa. Aku seorang yang dengan rentan nyaman terhadap orang. Aku seorang yang tak berdaya dengan kata manis. Kini, aku seorang yang juga begitu takut menangisi seseorang yang baru ku kenal. Bukan hal yang tidak mungkin bagiku untuk bisa benar-benar menyayanginya dengan sungguh. Hanya dengan ucapan kata sayang yang bersifat candaan saja aku bisa salah mengartikan itu. Namun, aku tak ingin mempersalahkan ini. Karna tetap berkomunikasi dengannya sudah cukup buatku. Tak peduli status apa yang aku jalani. Pacaran, teman, atau bahkan sekedar menyenangkan saja. Aku merasa miris dengan diriku sendiri, apa sesepi inikah kehidupan yang aku jalani? Sehingga aku meladeni seorang yang belum ku kenal dengan pasti seperti orang pacaran.
Harapku jika ia bukan untukku aku tak perlu merasakan sakit karnanya dan aku harap dengan panggilan manis itu semua aku tidak jatuh hati padanya :’))

Ina.....

Rabu, 04 Desember 2013

Tersenyumlah Dihadapan Masalah

Hidup ini seperti roda yang berputar. Kadang kita berada diatas kadang kita berada dibawah. Nggak ada yang tau kapan waktu itu tiba. Aku pernah merasa berada diatas. Saat dimana semua yang ku ingin dapat terwujud dengan mudah. Saat ekonomi ku tercukupi. Mungkin kala itu aku kurang bersyukur dengan rezeki yang telah diberikan. Kini roda yang berputar itu sedang berada dibawah. Diri ini seakan tak terima dengan apa yang terjadi. Aku yang dulu dengan mudahnya mendapatkan apa yang aku ingini sekarang harus bersabar dan berupaya sendiri untuk memiliki apa yang aku ingini.
Saat ini aku mempertaruhkan pendidikan yang aku jalani untuk sesuatu yang sepertinya lebih penting. Aku akan mencoba memasuki dunia kerja. Entah apa aku akan siap atau tidak. Entah bagaimana aku percaya bahwa ini memang yang harus aku lakukan. Aku ingin memungkiri masalah yang terjadi. Aku ingin seakan tak peduli dengan apa yang harus aku lakukan. Aku sangat ingin. Tapi, aku nggak bisa. Aku nggak bisa diem aja disaat kedua orang tuaku berupaya setengah mati untuk memperoleh yang lebih baik dari ini. Aku tau mereka menangis dalam hatinya. Hanya saja mereka menyembunyikan tangis mereka dari hadapan kedua buah hatinya. Andai mereka tau aku pun sama dengan mereka. Aku menangisi masalah yang kini menimpa. Namun aku sadar dengan hanya menangis masalah nggak akan selesai dengan sendirinya. Aku ingin mengurangi beban yang mereka hadapi. Aku ingin lebih berarti daripada ini.
Dengan masalahku kini aku tetap berusaha tersenyum. Tersenyum dihadapan mereka. Tersenyum dihadapan para sahabatku. Bahkan tersenyum kala aku sendiri, hanya untuk menguatkan diri ini. Aku ingin menjadi seorang yang lebih bersyukur dengan apapun yang terjadi. Aku percaya dengan bersyukur sesuatu yang kita anggap tidak cukup akan lebih dari cukup. Karna dengan bersyukur hati ini akan merasa ikhlas menjalani masalah. Bukankah hidup ini seperti permainan. Kita akan berusaha bagaimana menaiki level permainan tersebut hingga pada akhirnya kita akan mencapai finish. Seperti itulah hidup, berusaha hingga pada akhirnya kita dapat menyelesaikan masalah yang sedang terjadi. Aku dapat berbicara sperti ini bukan berarti aku dengan mudah menjalani ini semua. Aku pun tengah dalam proses untuk melewatinya.
-    
- Tersenyumlah walau kamu merasa kekurangan.
-    Tersenyumlah walau kamu tengah kehilangan.
-    Tersenyumlah walau kamu ingin menangis.
-    Tersenyumlah walau kamu tidak memiliki.
-  Masih banyak diantara kita orang-orang yang lebih membutuhkan dibanding kita.
-    Diluar sana masih begitu banyak seseorang yang memikirkan bagaimana mereka melanjutkan hidup.

Ina...

Selasa, 03 Desember 2013

AKULAH PEMUJAMU #2

Hei... ini masih saja tentang kamu. Iya!! Kamu sosok yang selalu menyita perhatianku. Aku masih saja melihat tanpa berkedip kala dirimu melintas didepanku. Sampai saat ini aku masih tidak mengetahui siapa dirimu. Namamu saja aku tak tahu. Entah dari mana aku akan mencari tahu semua tentang dirimu. Untuk berkenalan langsung pun aku nggak sanggup.
Hari ini aku melihatmu. Nampaknya sekarang ada yang berbeda darimu. Kamu memangkas sedikit rambutmu. Tampak lebih tampan dengan memakai topi dikepalamu. Entah menurut banyak orang atau hanya menurutku saja. Siang ini di warung depan kampusku, aku melihat sosokmu bersama dengan teman-temanmu seperti yang selalu ku lihat. Hei! Taukah kamu betapa lemah diri ini kala berhadapan denganmu. Dan, jantung ini semakin terkejut kala kamu mulai bersuara. Hanya candaan saja memang yang ku dengar. Tapi, baru ini aku dapat mendengar suaramu, suara yang begitu lembut. Ingin sekali saat itu ku beranikan diri untuk berkenalan denganmu. Mengetahui namamu. Namun sama seperti hari sebelumnya, aku sangat tak kuasa. Bahkan untuk bersuara menanggapi guyonannya sjaa aku tak bisa. Dan aku hanya bisa diam. Memang terkadang penyesalan selalu datang belakangan. Karna itu yang aku rasakan kala aku sudah berada dikelas. Sudahlah!!!

Kutipan lagu :

“Diantara semua yang ada hanya kau yang buatku terpana. Semua rasa menjadi satu dan jantungku berdetak lebih cepat ku tak kuasa menahan gejolak cinta pada pandangan pertama.”
“Ingin aku mengenalmu saat ini. Ingin aku menyapamu tapi aku malu.”


Ina....

Rabu, 27 November 2013

AKU DAN SAHABAT SMA KU

Disini gue mau cerita tentang gue dan sahabat gue waktu gue masih SMA. Dimana gue sama dia selalu sama-sama. Nama sahabat gue itu Yuliyanti Handayani Wahyudi dan gue panggil cumi. Nggak nyambungkan?? Emang hehehe. Gue sama dia satu kelas di XI ips4. Banyak banget yang udah gue lewatin bareng dia, pastinya sih kan secara gue sekelas sama dia hahaha. Gue bakal cerita sedikit kenakalan apa aja yang udah gue sama cumi lakuin saat masih SMA. Tapi, nakal gue sama cumi masih wajar kok sama kayak kebanyakan pelajar yang lain nggak sampe tindak kriminal. Gue sama cumi sering banget bolos pelajaran kelas. Pelajaran apa aja yang sering nggak gue ikutin itu pelajaran sejarah sama geografi. Alasan gue sama cumi bolos tuh sepele, bosen karna gurunya nggak asik. Biasanya sih gue bolos ke kantin atau duduk aja di mushalla atau kadang iseng aja masuk kelas orang lain yang kebetulan nggak ada gurunya. Bahkan gue sama cumi pernah diem aja diluar kelas padahal tau ada gurunya didalem tapi, itu karna kita tau paling cuma ngoreksi LKS doang. Tapi, sesering-seringnya gue nggak ikut pelajaran gue sama cumi tetep ngerjain tugas dari guru kok tapi, ya liat sama yang udah aja *teteeeeeeup yee*. Gue sama cumi pernah sok dengerin musik metal karna ada temen sekelas gue yang kalo istirahat atau saat jam kosong kerjaannya dengerin musik metal, alhasil gue sama cumi minta semua lagu metal yang dia punya dan kita dengerin dirumah. Kalo ditanya ngerti apa nggaknya gue sama cumi soal musik metal, jawabannya ENGGA!!!! Gue sama cumi nggak cuma kompak disekolah aja, diluar sekolah juga tetep kompak selalu. Setiap mau main gue selalu sama dia. I miss this moment :”(
Seiring berjalannya waktu ke waktu, tiba dimana hari perpisahan itu tiba. Ya!! Kelulusan SMA. Tadinya gue fikir walaupun udah lulus gue sama dia bakal tetep sering ketemu dan ngabisin waktu bareng tapi, ternyata perkiraan gue salah. Gue sama dia jarang ketemu. Bisa di itung deh dari kelulusan sampe sekarang berapa kali doang bisa ketemu dia. Entah gue yang nggak bisa atau dia yang nggak bisa. Susah menemukan titik temu yang tepat. Dibilang kangen itu pasti. Huuuuftt tapi ketemu atau nggak. Sering atau engganya gue main sama dia. Dia tetep sahabat gue. Sahabat yang sangat ngerti gue. Dan gue sayang dia. Gue nggak akan lupain setiap kenangan yang udah gue lewatin bareng dia.

Ini sekilas cerita persahabatan gue di SMA dan akan tetap berlanjut sampai kapanpun. Gue nggak perlu ngejelasin definisi persahabatan kan?? Yang pasti sahabat itu yang bisa ngertiin lu. Ada disaat lu butuh. Nyemangatin lu dalam segala hal. Seperti, sahabat gue cumi yang selalu nyemangatin gue buat bikin novel :”))


Ina...

AKULAH PEMUJAMU #1

Aku melihatmu tanpa adanya perencanaan. Saat itu aku baru saja keluar kelas dan aku melihat sosokmu tengah bercanda dengan teman-temanmu. Aku memperhatikan gerak-gerikmu. Mencuri pandangmu dari berbagai sudut. Sosokmu begitu mudah memikat dan mengunci dirimu dalam pandanganku. Setelah itu entah mengapa aku sering membayangkanmu. Mengingat parasmu dalam setiap malamku. Aku ingin bertemu lagi denganmu. Sayangnya aku tak selalu bertemu dengannya. Hanya ketidaksengajaan yang membuat pertemuan itu, terkecuali hari sabtu. Hari dimana awal aku melihatnya.
Sabtu ini aku bertemu dengannya. Aku sengaja menunda kepulanganku seusai kelas hanya untuk bisa melihatnya. Cukup lama aku menunggu untuk sekedar memandangnya. Hingga waktunya tiba, ia keluar kelas dan ia duduk tidak jauh dariku. Tepat di sebelah kiriku. Degup jantung ini berdegup lebih cepat dari biasanya. Hati ini merasakan ada getaran aneh. Serta tubuh ini seakan lemah berada didekatnya. Aku memperhatikannya lebih dalam. Tentunya aku memperhatikannya tanpa sepengetahuannya. Lancangnya fikiranku ingin meraih tanganmu dan menggenggam jemari dalam jemariku. Aku diam seketika ketika dalam pandanganku aku melihat cincin yang melingkari di jari manis sebelah kirinya. Aku berusaha berfikir itu hanya cincin biasa yang ia kenakan. Menolak pemikiran bahwa itu sebuah cincin pertunangan. Mungkinkah??
Betapa bodohnya aku memikirkan hal seperti ini. Hei, aku bahkan tidak tahu namamu, username twittermu, bahkan nomor telfonmu. Nomor telfonmu??? Mengetahui namamu saja sudah membuatku bersyukur. Berkhayalkah aku jika ingin mengenalmu. Bahkan ingin dekat denganmu. Aku akan tetap melihatmu meski pandanganmu tidak akan menoleh kearah ku. Menatapmu dari tempat yang takkan kau sadari. Meski begitu banyak waktu yang akan ku habiskan untuk hanya sekedar memandangmu dalam diamku. Menahan perasaan inginku sapa dirimu atau bahkan hanya untuk sekedar memberi senyum padamu. Aku begitu pengecut. Aku begitu jatuh cinta disetiap pertemuan kita, walau aku begitu sadar diri bahwa hanya kau yang menganggap ini sebagai pertemuan yang pastinya begitu berharga untukku dan tak ingin ku lewatkan sedetikpun.

Kutipan lagu :
“mataku terus tertuju padamu saat ku lihat dirimu tersenyum ingin aku menyapa namun ku terdiam tak ku lakukan”
“apakah kau rasakan getaranku pada dirimu ku hanya duduk terdiam menunggu untuk tau namamu”
“walau ku sangat ingin bertemu walau ku menyukaimu kau jalan berlalu didepan mataku walaupun jadi begini aku tetap melihatmu dari tempat ini”

Ina....

Kamis, 21 November 2013

QUOTES

APA YANG KITA PERTAHANKAN.....???
a.      Bagaimana bisa aku tetap mempertahankan “KITA” jika kamu saja seakan acuh dengan semua ini?
b.    Aku mencoba mengerti dengan setiap keinginanmu namun mengapa aku tak bisa mendapatkan itu darimu sayang? Aku pun ingin dimengerti olehmu.
c.    Mengapa kamu selalu saja sibuk dengan mereka. Dengan semua kegiatan social mediamu sedang ada aku disampingmu yang ingin kamu mendengarkan keluh kesahnya.
d.    Aku pun ingin seperti mereka bisa duduk santai denganmu sembari mengenggam jemarimu dan berbincang ringan tentang keseharian kita, bukan seperti ini hanya kata-kata emosi yang meluap.
e.    Aku ingin kamu perhatikan, kamu kasihi, kamu manja dan kamu sayang. Bukan kamu abaikan aku seperti ini. Aku ini ada di hadapmu sayang.
f.    Mengapa dihadapku kamu masih bisa saja bercanda dengan orang lain (lawan jenis)? Mengapa denganku seakan begitu sulit untukmu?

HANYA BISA MEMENDAM PERASAAN.......
a.    Aku hanya mendengar ceritamu, memberikan pendapat tanpa kau sadari aku mempunyai rasa yang lebih untukmu.
b.    Aku hanya diam ketika melihatmu bersamanya, karna memang aku tiada hak untuk melarangmu. Aku hanya diam.
c.    Melihatmu dari jauh saja aku sudah merasa bahagia karna aku hanya pengagummu yang takkan kau ketahui keberadaanya.
d.    Rasanya tak mungkin aku mengutarakan rasa yang sudah ku simpan ini. Hanya karna aku tak ingin ada jarak diantara kita.
e.    Aku bisa tersenyum melihatmu bercanda ria dengannya tanpa kau ketahui dalam hati ini aku menangis.
f.    Tak terbacakah begitu banyak kode yang ku lemparkan untukmu. Atau sengajakah kau butakan matamu agar tak melihat semua itu.
g.    Aku ingin lebih dari sekedar menjadi temanmu. Aku ingin menjadi sosok yang berarti untukmu. Tak sadarkah kamu akan hal itu.
KITA PACARAN JARAK JAUH......
a.    Dengan jarak aku belajar, belajar untuk mengerti apa itu sabar menanti sebuah pertemuan.
b.    Aku percaya perasaan ini akan tetap ada meski mata kita tak selalu bertatapan dan jemari kita tak selalu berada dalam satu genggaman.
c.    Sadarku kita tak punya banyak waktu untuk bertemu seperti pasangan lainnya. Namun pintaku hanya ingin agar komunikasi kita tetap lancar meski dengan kesibukan kamu.
d.    Kadang aku merasa sendiri. Aku merasa tidak memiliki dirimu saat kabarmu tak ku dapati di ponselku.
e.    Aku mempercayaimu, aku menjaga cintamu disini tapi, entah bagaimana bisa kamu mempermainkan kepercayaanku dengan mengadakan dia diantara kita.
f.    Aku mempunyai musuh bernama jarak dan mempunyai ketakutan akan adanya orang ketiga.
g.    Baiklah sayang, aku biarkan kamu dengannya yang selalu menemanimu karna aku yang tak bisa selalu ada disampingmu.

Ina....

PERTEMUAN PERTAMA

Hari ini tanggal 20 November 2013 akhirnya gue bisa ketemu sama sosok yang gue fikir nggak mungkin buat ketemu dia. Pertemuan yang udah gue impikan sudah lama hari ini terjadi. Setelah sebelumnya hanya kegagalan yang terjadi. Dia, sosok yang 2thn lebih muda dari gue ternyata lebih tinggi dari gue. Gue Cuma bisa diam seakan tak percaya. Awalnya gue fikir ini akan jadi perbincangan serius tapi, ternyata hanya perbincangan tanpa makna dan jawaban yang pasti. Gue Cuma mau tau apa alasan dia nyuekin gue, dan dia hanya jawab “Nggak tau” jawaban tolol apa itu. Bahkan saat pertemuan pertama ini kita masih aja debat. Mendebatkan dia yang seketika deket sama cewe lain. Dan, jawabnya “Lu juga pacaran lagi kan. Emang gue nggak tau.” Gue langsung diem tanpa tau apa yang harus gue jawab. Gue cuma nanya “Tau dari mana?” da dia jawab “Gue tau dari twitter lu. Jangan lu kira gue nggak tau.” Oke! Gue makin diem dan mikir dia tau dari mana twitter gue. Dan bodohnya dia berfikir gue mau meminta dia buat balikan. Gurauan macam apa ini. Andai saja dia tau 30menit bukan waktu yang cukup buat gue ngutarain apa yang gue rasain selama ini. Gimana keselnya gue saat kebanyakan SMS gue dia abaikan begitu saja. Gimana keselnya gue saat telfon gue di anggap seperti alarm yang di diamkan begitu saja. Gimana keselnya gue saat dia nggak pernah ada disaat gue butuh dia. Tapi, mungkin percuma kalaupun sampe di omongin karna dia mungkin nggak akan pernah ngerti sama apa yang gue rasain. Karna emang dia nggak punya perasaan yang sama kayak yang gue rasain buat dia. Gue nggak pernah bercanda saat gue bilang gue sayang dia. Mungkin terdengar sangat gila, gue sayang sama orang yang nyuekin gue. Yang nganggep gue cuma kayak patung tanpa arti. Semua udah terlambat. Semua udah selesai. Gue sama dia nggak mungkin sama-sama lagi. Dia udah nemuin pilihannya dan bukan gue orangnya. Gue cuma bisa berharap cukup gue orang yang dia bilang sayang tapi tanpa perasaan. Cukup gue orang yang dia bikin percaya tapi setelah itu diabaikan begitu saja. Cukup gue.

Lirik lagu : “Mungkin kisah kita tlah usai tak demikian cintaku
“Aku pernah menyayangimu dan dihati ini masih ada namamu. Yang lambat laun aku harap rasa ini hilang. Karna mengharapkanmu hanya akan membuatku semakin terpuruk.”

Ina...

Kamis, 24 Oktober 2013

LELUCON MEMUAKKAN

Sayang, sampai kapan kamu sibuk dengan urusanmu? Sampai kapan kamu akan mengacuhkan aku? Meski begitu tenang saja aku tetap disini menantimu. Menanti kabar darimu. Kita memang tidak saling memberi kabar beberapa hari ini. Namun ketahuilah aku tak pernah tidak memikirkanmu, walau mungkin kamu tidak memikirkan aku.  Aku selalu berharap saat esok ku membuka mata aku mendapati sebuah pesan darimu, hanya ucapan “Selamat Pagi” begitu sederhana namun dapat membuatku tersenyum.
Mengapa aku harus selalu memberitahumu tentang apa yang aku ingini? Mengapa tak kau coba memahami sendiri apa yang aku ingin? Sulitkah bagimu? Aku tak selalu mengutarakan apa yang aku ingini.  Aku ingin kamu sendiri yang dapat membaca dari sorot mata dan gerak-gerik yang ku lakukan. Aku tau kamu bukan peramal yang harus tau segalanya. Kamu hanya manusia biasa sama seperti ku. Namun sejenak saja kamu memahami apa yang aku rasakan.
Aku mencoba mengerti dengan diamku. Aku mencoba mengalah dengan diamku. Aku mencoba tersenyum disetiap gumam yang ingin aku tumpahkan. Mencoba memahami semua sifatku yang membuatku jengah. Sifatmu yang membuatku ingin sekali memakimu. Tapi, percayalah sayang disetiap banyak keluhanku aku tetap menyanyangimu. Aku tersenyum dengan setiap keegoisanmu. Aku tersenyum dengan setiap pengabaianmu. Mungkin aku akan tetap tersenyum saat nanti aku yang akan pergi meninggalkanmu. Dan itu karena ulahmu sendiri.
Hei usap air matamu sayang, jelas ini bukan dirimu. Tak usah kamu menangisi apa yang kamu tau penyebabnya dan itu adalah karenamu. Tak usah menyesali sayang, mungkin ini memang lebih baik adanya. Ini bukan sepenuhnya salahmu. Mungkin ini karna sifatku yang begitu manja. Atau mungkin karna sifatku yang begitu mengekangmu. Sudahlah bukankah sudah ku ijinkan untuk kau bersamanya. Tak apa jika  bukan aku orang yang kamu maksud. Tak apa jika bukan aku seorang yang membuat lengkungan senyum dibibirmu. Tak apa jika kau pergi.

Hujan hari ini sebagai penghujung hubungan kita. Hubungan yang terlalu singkat ini nyatanya memang harus sampai disini. Karna aku pun tak tau sampai kapan aku pertahankan ini seorang diri jika kita tetap melanjutkan semua ini. Aku yang menantikan sedangkan kamu yang menjauh. Aku ingin ditemani denganmu bukan dengan air mata yang disebabkan olehmu sayang. Sudah, kini hentikan lelucon memuakan ini. Kini kita cari bahagia kita dengan cara kita sendiri. Walau aku masih sangat ingin dibahagiakan olehmu. Terimakasih kamu kesayanganku......


on my twitter -->> @inanovelania 

Senin, 07 Oktober 2013

ENTAH SIAPA AKU BAGIMU???

            Mengapa hanya dari sebuah pesan saja kamu dapat membuatku tersenyum.  Mengapa hanya dari sebuah perhatian tak berwujud dapat membuatku merasa nyaman. Dan, mengapa hanya membaca panggilan sayang yang tertulis disebuah pesan saja aku dapat percaya bahwa itu nyata. Salahkah aku?? Aku akui memang aku bisa dengan mudah merasa nyaman dengan seseorang dan tak ku pungkiri pula karna itu aku dapat dengan mudah merasa kecewa. Ya! Semudah itu merasa dua hal yang bertentangan sekaligus. Tapi,  memang itu yang aku rasakan.  Dengan mudah aku dapat merasa bahagia dan tertawa karna seseorang. Namun seketika seseorang yang sama pula dapat membuatku kecewa hingga meneteskan air mata.
          Kini aku merasa mulai menyayangi seseorang. Seseorang yang bahkan sebelumnya tak pernah ku duga bagaimana bisa aku menyayanginya. Bahkan tak pernah ku duga aku menjalin hubungan dengannya. Semua terjadi begitu saja adanya rencana. Saat menerimanya aku meyakini hati ini bahwa ialah yang aku pilih. Aku menyakini aku akan sabar dengan yang akan terjadi berikutnya. Sabar dengan segala kesibukannya yang masih duduk di bangku SMA. Ya. Dia masih SMA tepatnya dia dua tahun lebih muda dibandingkan denganku. Aku rasa itu bukanlah masalah. Bukankah saat ini banyak yang menjalin hubungan dengan perbedaan usia.
          Banyak yang mengatakan hubungan yang baru terjalin itu masih jauh dari pertengkaran. Masih sangat diselimuti dengan obrolan hangat yang terselip canda tawa atau pertemuan yang begitu sering dilakukan bahkan seakan ingin sehari dilewati hanya berdua dengannya. Namun itu semua mungkin tidak terjadi denganku. Aku memang terikat status berpacaran dengannya namun mungkin itu hanya sekedar status semata. Karna sampai saat ini aku merasa masih bukan menjadi orang yang spesial baginya, aku hanya merasa bagai figuran dalam hidupnya. Aku tidak meminta semua waktunya untukku, aku hanya ingin dia sedikit saja mengerti degan apa yang aku ingini. Untuk hobinya dia sangat tidak keberatan meluangkan waktunya berjam-jam tapi, mengapa untukku dia tak bisa? Aku hanya ingin bertemu dengannya walau hanya sebentar saja. Walau hanya untuk berbincang kecil bercerita bagaimana keseharianmu disekolah da keseharianku dikampus. Hanya itu.  Namun rasanya sangat sulit.  Entah sebenarnya dia menganggapku ada atau tidak.
          Sebegitu kecewanya aku akan dirinya, aku masih saja berusaha berfikir positif akan dirinya. Mungkin memang aku harus mengerti kesibukannya di kelas 3 ini, mengerti akan hobinya. Setiap aku berfikir mungkin lebih baik ku sudahi semua ini yang bahkan baru saja ku mula namun setiap pemikiran itu datang aku selalu mengingat perkataanya “Aku acungin jempol yang bisa ngerebut kamu...”. Atau setiap aku merasa bosan aku selalu mengingat betapa bahagianya aku saat mendapati pesan darinya. Bahkan saat aku merasa lelah dengannya aku selalu beranggapan ini hanyalah test menguji betapa sabarnya aku mengadapi sikapnya. Aku telah berusaha mengungkapkan apa yang aku rasakan tanpa harus aku ucapkan berulang kali. Aku sangat mengkhawatirkan dirinya saat dia tak mengabariku. Aku begitu menunggu balasan pesan darinya saat aku belum juga mendpatkan respon balasan pesan darinya. Mencoba menghubunginya berkali-kali meski tak ada jawaban darinya. Namun mungkin semua yang aku lakukan hanya mengganggu kehidupannya meski bukan itu maksudku. Aku hanya ingin sedikit di hargai olehnya. Dikabari tanpa harus diminta. Bisakah kamu sedikit berinisiatif sayang??? Bisakah kamu menganggap aku layaknya hobi yang kamu lakukan dengan senang hati tanpa adanya paksaan.?

          Aku menyayangimu sayang. Mungkin memang aku yang belum sepenuhnya mengerti dengan kesibukanmu. Dan kamu juga yang belum mengerti dengan apa yang aku ingini. Bisakah kita lebih saling memahami tanpa adanya pertengkaran dan aku yang terluka? Bukankah kamu yang mengatakan padaku agar aku tidak membuatmu kecewa lantas mengapa kini kamu yang membuatku kecewa bahkan menangis. Benarkan kamu menyayangiku. Aku bukan undian yang dengan kebetulan bisa kau dapatkan kini. Aku ingin menjadi seseorang yang kau kasihi, kau sayangi, kau jaga, kau buat tersenyum disetiap harinya dan seseorang yang kau percayakan dapat menjaga hati dan kepercayaan juga perasaan sayangmu. 

Kita yang begitu di persulit untuk bertatap muka karna mu dan tugasmu mungkin akan di pertemukan nanti atau setelah aku tidak memperdulikan apa itu sebuah pertemuan......

Sabtu, 14 September 2013

DISINI AKU DENGAN RINDUKU

Aku terdiam. Menatap layar ponselku. Berharap namamu tertera menandakan panggilan masuk darimu. Namun semua pengharapan itu seakan mulai pudar. Beberapa hari ini aku tidak satupun mendapatkan kabar darimu. Setelah perdebatan kita saat itu seakan kamu pergi. Seakan kamu memberikan jarak diantara kita. Bahkan aku berfikir kamu hilang dari hidupku. Akupun hanya bisa diam dari tempatku. Aku menahan diri untuk tidak menghubungimu. Meskipun sungguh dalam hati ini ingin sekali mengetahui kabarmu. Bahkan jiwa yang lemah ini ingin sekali berada dalam dekap pelukmu. Hingga pada akhirnya ke-egoisan hati ini pun kalah. Ya!! Aku menghubunginya. Hanya dua kata yang aku sampaikan “Aku kangen”. Aku menunggu balasan darinya, hingga karna terlalu lelah aku pun terlelap dalam tidurku. Seketika aku terbangun, menatap layar ponselku dan aku mendapatkan suatu balasan darimu. Namun kekecewaan datang begitu saja, karna disitu aku hanya membaca satu kata jawaban darinya. Satu kata itu hanya “Iya”. Tanpa terasa air mata ini pun jatuh dengan mudahnya. Aku berharap mendapat balasan lebih dari itu. Berharap dua kata yang aku sampaikan mendapatkan respon berpuluh-puluh kata darinya. Namun ternyata hanya itu yang aku dapatkan.
Keesokan harinya aku pun memberanikan diri mengiriminya sebuah pesan lagi. Namun kali ini hanya bisu. Tak ada jawaban apapun darinya. Aku lemah. Aku kehabisan cara. Kini aku hanya diam dan diam menantikan dirinya. Mungkin kembali atau mungkin tidak.
Kamu mengatakan aku mempunyai sifat keras begitu pun dirimu. Sepertinya kamu benar, kamu keras untuk mengabaikan perasaan ku ini. Sedang aku begitu keras untuk mempertahankan perasaan ini. Satu sifat hanya berbeda bagaimana menjalankannya. Aku hanya berharap kamu selalu baik-baik saja. Selalu jaga kesehatanmu.
Jika nanti nyatanya pilihanmu bukanlah pada diriku. Jagalah orang itu sebaik mungkin seperti ucapmu yang akan menjagaku. Bahagiakan dia seperti kamu pernah membahagiakan aku. Aku disini selalu berharap yang terbaik untukmu. Aku disini tidak pernah sedikitpun membencimu. Aku disini hanya bisa membaca ulang pesan-pesan darimu yang masih tersimpan di ponselku. Memandangi fotomu yang masih sengaja ku simpan di galeri ponselku. Aku disini merindukanmu dan berharap kamu datang walau hanya untuk sekedar memeluk tubuh yang lemah ini. Mendekapnya dengan hangat. Ya!! Aku selalu mengimpikan hal itu terjadi.
Maafkan aku. Mungkin karna ke-egoisan ku yang menyebabkan kini kamu menjauh. Maafkan aku.

Aku dari tempatku dimana pun selalu memikirkanmu. Walau aku tau kamu begitu sibuk dengan kehidupanmu tanpa memperdulikan aku. Tanpa memperdulikan berapa banyak tetes air mata yang disebabkan karenamu. Aku merindukanmu. 

my twitter -->> @inanovelania

Selasa, 10 September 2013

KITA INI APA???

“Sebenarnya kita ini apa?” Pemikiran itu yang kini menyita fikiranku saat ini. Aku pun rak mengerti dengan apa yang aku fikirkan. Memang apa yang aku inginkan. Bukankah sebelumnya aku nyaman dengan ketidakjelasan seperti ini lantas mengapa sekarang aku mempunyai fikiran seperti itu. Pentingkah sebuah status?? Kite pernah membahas hal ini namun kita tlah sepakat bahwa kita belum siap untuk hubungan lebih terikat. Bahkan entah mengapa sekarang aku ragu perasaanmu untukku masih kau simpan. Atau mungkin kini kau telah memberikannya pada seseorang yang lebih pantas kau berikan. Sebuah rasa yang tak ku mengerti berasal dari mana dan sejak kapan. Aku merasa semua perhatianmu tak sepenuhnya kamu kasih buat aku. Aku merasa memang kamu begitu perhatian terhadap semuanya. Apa hanya aku yang merasa sedemikian tersiksa seperti ini?? Kamu tidak?? Apa sekarang hanya aku yang mempunyai perasaan ini? Sedangkan kau tidak.
Salahkah jika aku ingin bersamamu. Salahkah jika aku ingin menjadi yang lebih di perhatikan olehmu. Salahkah jika aku ingin hanya aku yang engkau sayangi, yang selalu kau jaga dan takkan kau biarkan air mata ini menetes karenamu. Apa semua itu suatu kesalahan??? Bukankah kita takkan pernah tau jika kita tidak mencobanya. Mencoba untuk menjalani hubungan berdua dengan didasari sebuah perasaan yang tulus dan sebuah kepercayaan.
Memang sebelumnya aku tidak pernah merasa cemburu denganmu. Aku masih sangat menganggap semua hanya hal biasa. Tapi, untuk saat ini aku merasa ada sebuah perasaan kesal serta sesak yang menyelimuti ketika melihat perbincangan ringanmu dengan seorang gadis lain. Meski itu hanya di sebuah jejaring sosial, hanya saja itu cukup membuat aku menghela nafas lemas serta terbesit pertanyaan “Apakah aku cemburu?”. Dan ku rasa itu benar. Ya!!! Aku cemburu dengan hal sepele itu.
Kini aku takut kamu menjaga jarak denganku. Aku begitu takut tak mengetahui kabar darimu lagi. Aku begitu takut kehilanganmu.....

Aku menyayangimu entah dari kapan aku mulai merasakan itu........



my account twitter  : @inanovelania



CINTA & SAHABAT

Aku bingung dengan semua yang terjadi saat ini. Bahkan entah harus dari mana aku memulainya. Awalnya aku hanya ingin sekedar bercanda dengannya. Panggil lah ia Dikta. Namun entah mengapa aku jadi ingin memperhatikannya secara lebih. Aku ingin menjadi seorang yang ia percayai untuk menampung setengah masalahnya. Ia seorang yang sangat sulit untuk ditebak, sulit untuk dimengerti. Dan entah bagaimana aku harus memahaminya. Ia begitu peduli dengan keadaan sekitar terkecuali keluarganya. Ya!! Ia sangat tidak bersahabat dengan keluarga. Alasan apa yang membuatnya seperti itu aku pun tak tau. Seakan ia sangat membenci keluarganya. Dan lancangnya aku seakan ingin menjadi orang yang berarti dalam hidupnya. Mustahil memang, karna ia saja bahkan tak peduli dengan hidupnya. Aku ingin membuatnya mengerti betapa indah hidup ini. Namun memang siapalah aku?? Aku bukanlah motivator yang dapat memberikan motivasi untuk hidup seseorang. Aku pun bukanlah seseorang yang hidupnya patut untuk di contoh. Aku hanya ingin sedikit bisa memahami keinginannya. Meski itu sulit akan ku coba.
Berawal dari rasa hanya ingin memahami keinginannya seakan tumbuh perasaan lainnya. Entah perasaan apa ini aku pun tak mengerti. Hingga aku sadar mungkin aku beranjak menyayanginya. Benarkah ini??? Bukankah aku menyukai seseorang bernama Fian.  Seseorang yang cuek yang takkan mempunyai rasa yang sama untukku. Seseorang yang hanya akan menganggapku bukan hal penting. Dan aku akan bersiap diri jika waktu aku dan dia akan di pertemukan. Entah kapan itu??

Dan aku menyadari satu hal. Sahabatku Icha, dia menyukai Dikta. Karna memang aku, Icha dan Dikta adalah teman dari kita masih duduk dibangku SD. Saat aku menyadari itu aku semakin bingung dengan apa yang harus aku lakukan. Aku hanya mencoba menyatukan mereka. Namun setiap aku membahas Icha dengan Dikta ia langsung enggan membahasnya. Sampai pada akhirnya aku bertanya langsung dengan Dikta, bagaimana perasaan Dikta terhadap Icha. Tak banyak yang Dikta ucapkan ia hanya menjawab bahwa perasaannya terhadapa Icha adalah biasa aja. Dan, aku sekedar iseng menanyakan bagaimana perasaanya terhadapku. Terkejutku dengan jawabannya, ia menjawab “Boleh aku izin buat sayang sama kamu?”. Aku terdiam seakan tubuh ini beku dengan sendirinya. Hanya perasaan Icha yang aku fikirkan saat itu. Aku rasa Icha menyadari kedekatan aku dan Dikta bukanlah kedekatan biasa. Namun aku seakan mengingkari semua ini. Aku menjalani semua ini dengan perasaan biasa saja. Sampai pada akhirnya aku menyadari aku mulai menyayanginya lebih dari seorang teman...

Kamis, 22 Agustus 2013

SUDUT TERASINGKU

Aku terdiam dalam sudut terasingku. Mencoba mencari apa yang sebenarnya hati ini inginkan. Meski sampai kini aku masih tak tau apa yang aku inginkan. Aku hanya menunggu tanpa tau pasti apa yang harus aku tunggu. Mencoba mengambil langkah kedepan meski ragu penuh menggeluti kaki ini. Namun aku pun tak ingin kembali mengahadap arah belakangku. Meski yang aku ketahui aku masih bertemu apa dengan rasa kecewa. Yang mungkin sudah sedari dahulu aku rasakan. Tak tau sampai kapan rasa itu akan aku rasakan. Bisakah sejenak saja aku merasa tak di hantui rasa kecewa. Aku hanya ingin bahagia tanpa ada yang tersakiti. Dan tanpa pula aku merasa kecewa untuk diriku sendiri. Namun nyatanya itu terlalu sulit. Apa yang salah pada diriku? Salahkah untuk mencinta? Waktu yang salah atau hati ini yang salah memilih seseorang. Seseorang yang bahkan untuk bermimpi mendapatkannya pun aku tak berani. Ia yang terlihat sangat sempurna sedang aku seperti daun kering yang terhempas dari tangkainya. Terhempas terbang begitu saja. Aku merasa bodoh karna memiliki perasaan ini. Untuk apa aku memiliki rasa ini?? Perasaan yang takkan pernah berujung pasti. Perasaan yang baru saja akan aku kembangkan namun harus aku padamkan. Karna aku tak ingin ada hati yang tersakiti karna perasaan bodoh ini. Perasaan yang harusnya tak pernah aku rasakan. Ada perasaan rindu saat aku mulai menjaga jarak dengannya. Perasaaan ingin menyapa namun aku tak mampu. Aku bahkan terlalu takut. Takut rasa ini makin berkembang hingga aku makin lemah menahannya. Aku hanya ingin seperti mereka yang dapat saling mencinta dan dicintai. Tanpa ada rasa paksaan, yang ada hanya sebuah ketulusan ari kedua belah pihak. Apa terlalu tinggi keinginan ini??
Aku tak memperhatikanmu dengan kedua mata ini.
Namun aku mulai menyukaimu dari sebuah ketikan.
Terlalu cepat dan bodoh........

Dhizna 

Minggu, 18 Agustus 2013

SALAH YANG SAMA

Entah bagaimana aku menjelaskan apa yang aku rasakan saat ini. Aku muak setiap kali aku merasakan ini. Aku benci. Namun entah siapa yang harus aku salahkan. Aku pernah merasa nyaman karna seseorang namun setelah ku sadar ternyata perasaan ini beranjak menjadi rasa sayang semua terasa berbeda. Adanya jarak antara aku dan dia. Dan kini ketika ku menemui seseorang yang memasuki kehidupanku. Kesederhanaanya. Sikap dewasanya. Perhatiannya. Ya!! Aku kembali dibuat nyaman oleh orang ini. Aku tak tau bagaimana perasaan dia terhadapku. Atau mungkin sebaiknya aku tak pernah mengetahui hal itu. sempat berfikir akhir dari ini aku mendapatkan kebahagiaanku. Namun nyatanya aku salah, aku mulai merasa ada jarak antara aku dan dia. Mengapa selalu seperti ini? Aku muak!!! Aku benci mengapa selalu aku yang merasa seperti ini. Aku benci mengapa hanya aku yang mempunyai perasaan lebih. Aku benci selalu kecewa. Aku sangat benci kehilangan yang bahkan belum pernah ku miliki.


Aku hanya ingin bahagia dengan apa yang aku perjuangkan. Dengan apa yang aku rasa. Apa begitu berlebihan kah keingianku?? Sehingga untuk mendapatkan itu aku harus mengalami sakit berulang kali. 

HARAPAN BARU MUNGKIN LUKA BARU

Saat seseorang yang kau harapkan tidaklah lagi menjadi apa yang kamu harapkan. Saat seseorang yang kau inginkan tetap berada disisimu malah pergi meninggalkamu. Saat seseorang yang kau pedulikan malah mengacuhkanmu. Saat seseorang yang menjadi penyebab tangismu tetapi tidak memperdulikanmu. Kamu tau apa yang harus kamu lakukan. Ya!!! Meninggalkannya. Melepaskannya meskipun ia belum pernah kita miliki. Miris bukan, aku harus melepaskan yang bahkan belum sempat termiliki. Karna aku tahu bukan aku yang menjadi sebab ia tersenyum. Jadi lebih baik aku melepaskannya dan belajar melupakannya. Mungkin itu akan lebih baik dari pada aku harus berpura bahagia karnanya dan pada kenyataanya semua yang ia lakukan hanyalah kesemuan. Lebih baik menghentikan harapan ini sebelum semua terlalu larut sehingga kita sulit menemukan arah untuk kembali.

Lanjutkan langkah kita untuk menemukan kebahagian dengan tidak memaksakan seseorang untuk membuat aku bahagia.


Saat kamu menemukan seseorang yang mampu membuatmu merasa nyaman dengan keberadaannya. Mungkin ia sosok yang kau butuhkan. Sosok yang membuatmu tenang. Sosok yang membuatmu merasa bahagia meski ia tidak berada disampingmu. Sosok yang dapat membuatmu tertawa begitu lepas tanpa adanya beban yang menyelimuti. Ahhhh mungkinkah dia orangnya?? Semua bisa iya atau tidak. Begitu banyak pertanyaan, apa ia merasa apa yang ku rasa, apa ia mengetahui apa yang aku fikirkan, apa ia mengerti apa yang aku inginkan. Atau mungkin kita akan mempunya pemikiran  apa ia akan bertahan lama berada di dalam kehidupanku atau mungkin ia akan pergi seperti sosok yang sebelumnya. Bagaimana aku tahu jika aku tak meneruskan apa yang aku ingin ketahui. Semua yang ku jalani pasti mempunyai resikonya. Meski itu artinya aku akan mengalami kehilangan untuk yang kesekian kalinya. Harus mengalami sakit yang begitu menyiksa. Mungkin aku akan terbiasa dengan rasa seperti itu. 

Kamis, 04 Juli 2013

MUNGKIN BUKAN AKU

Entah apa yang harus aku lakukan. Aku telah kehabisan cara untuk menarik perhatianmu. Bahkan semua kata yang ku lontarkan padamu hanya untaian kata tak bermakna bagimu. Lantas kata apa yang tepat untukku menjelaskan maksudku?
Kini bahkan aku merasa kita kembali seperti tidak saling mengenal. Aku masih dapat melihat parasmu meski dengan ketakutan ku. Iya!!! Kini aku takut melihatmu. Aku takut perasaan ini semakin meluap. Walaupun sadarku tanpa bertemu denganmu pun aku tetap merasakan perasaan yang tumbuh setiap harinya untukmu. Aku begitu merindukanmu ketika aku tak mendapat kabar darimu. Andai tak kamu ketahui perasaan ini masih bisakah kamu bersikap seperti biasanya? Seperti seolah tak ada masalah. Seakan semua baik tanpa ada yang tersakiti. Seakan hubungan pertemanan kita murni tanpa ada perasaan cinta di salah satu pihak.
Aku melihat orang lain yang berada disisimu. Entah ada hubungan apa antara kamu dan dia? Kamu begitu dekat dengannya. Kamu terlalu sering menghabiskan waktu dengannya. Dengan kedekatan kalian apa aku masih sanggup untuk mengharapmu? Berharap kau dapat melihat semua usahaku untuk mendapatkan hatimu. Sedang ada dia yang aku rasa lebih sering denganmu dan lebih mendapatkan perhatian darimu. Sehingga aku tak mungkin bersaing dengan semua itu. Aku hanyalah orang asing yang lancang ingin menetap di hatimu dalam waktu yang sedemikian singkat ini. Aku hanyalah orang asing yang ingin selalu berada disisimu. Bodohnya aku menganggap semua itu mudah. Bahkan aku tak tahu semua akan sesakit ini. Begitu sakit saat harus menyaksikan kau pergi bersamanya. Kau takkan tau yang aku rasa karna kau tak memiliki perasaan yang sama seperti yang aku rasakan. Sehingga kau pun takkan mengerti bagaimana tersiksanya menjadi aku.
Aku ingin menyerah. Menyudahi menyakiti hati ini, namun seakan hati ini sendiri yang menolak. Hati ini terus mengikuti sosokmu yang kini semakin tak ku temui. Hati ini ingin terus bertahan menantimu, menanti hatimu. Walau mungkin aku tau aku bukan menjadi pilihanmu. Mungkin dia yang akan menjadi pilihanmu. Sehingga mungkin pada akhirnya aku hanya dapat menyaksikan kebahagiamu dengannya bukan denganku. Apa ketika semua itu terjadi aku akan tetap mempertahankan perasaan ini? Entah. Aku mencoba menjauh, berusaha tidak peduli denganmu. Mengacuhkan apapun semua tentangmu. Namun semakin ku coba itu semua aku semakin merasa tersiksa. Aku merasa cemas sejadinya. Bodoh! Aku merasakan itu semua yang aku tahu tak mungkin kamu merasakannya juga.

Aku selalu merindukan kamu yang bahkan tak pernah memikirkanku apalagi merindukanku sedikitpun. Aku sosok yang bahkan tak kau lihat dari sudut matamu.

Sabtu, 08 Juni 2013

MENUNGGU PESAN SINGKATMU

Hai kamu..
Kamu yang sudah sangat jarang aku temui dalam inbox di handphone ku. Kamu yang sudah tak pernah menyapaku di pagi hari. Memberi ucapan “selamat pagi” serta mengingatkan aku akan sarapan. Hingga dengan ucapan sesederhana itu kamu dapat menyemangatiku di pagi hari. Namun entah kapan terakhir aku mendapatkan itu semua. Sadarkah engkau aku mulai terpengaruh dengan pesan singkatmu itu. Aku selalu menunggu sebuah pesan sederhana itu di pagi hari. Meski hingga tengah hari tak ku temukan pula sebuah pesan itu. Namun aku selalu memberikan asupan positif untuk pemikiran ini. Mungkin kamu tengah sibuk dengan semua tugas kuliah yang harus kau kerjakan. Hingga pada malam pun tak ku temui pula sebuah pesan darimu masuk dalam inbox handphone ku. Sampai saatnya aku terlelap dalam harapan. Harapan saat mata ini terbangun tlah ku dapati sebuah pesan darimu. Kenyataan pahit setelah malam terlewati dan aku terbangun masih tak ku temui pula sebuah pesan darimu....
Aku tetap melewati hari, menyapa pagi meski tak ada lagi sapaanmu di pagi hari. Menikmati makan siangku meski tanpa pertanyaan darimu “udah makan belum?”. Dan aku tetap berdoa agar aku dapat bertemu denganmu dalam mimpi meski tanpa ucapan “selamat malam dan selamat tidur”. Tahukah kamu aku merindukan semua kata-kata perhatian sederhana darimu. Tapi, dimana kamu??? Haruskah selalu aku yang memulai menghubungimu???? Haruskah itu??? karna terlalu banyak pula sebuah pesan dariku yang tak mendapatkan balasan darimu. Aku hampir gila memikirkan ini. Aku hampir hancur karna ini semua. Entah perasaan tolol apa ini. Aku mengharapkan kamu. Iya!! Kamu!!!! Kamu yang tak pernah mau mengerti tentang perasaan ini. Sudahlah!!! Aku bisa mengatasi ini semua. Aku cukup kuat menyimpan semua ini sendiri. Uruskan saja kesibukanmu dengan semua temanmu, dengan game favorite mu dan dengan semua tugas yang harus kau kerjakan. Menghubungiku hanya akan membuang waktumu, iya kan??? Siapa pula aku bagimu, hingga harus selalu mendapat kabar darimu, apa yang kamu lakukan, dengan siapa kamu, berada dimana kamu. Aku tak berhak mengetahui itu semua.

Namun kini aku begitu merindukanmu. Sangat!!! Aku merindukan tatapan matamu. Aku merindukan suaramu yang cadel. Dan, aku sangat merindukan sebuah pesan singkatmu dalam inbox handphone ku. Bisakah kamu bersikap seperti dulu???? Aku butuh itu. Aku terlalu cepat tergantung dengan mu. Dengan perhatianmu. Aku merindukanmu....
                                                                                                              dhizna

Senin, 27 Mei 2013

HANYA SEMINGGU


Seminggu yang lalu aku baru saja mengenalmu. Seminggu yang lalu pula aku memberanikan diri menatapmu secara terang-terangan, melihat parasmu dari dekat. Bahkan aku dapat berkomunikasi denganmu. Dengan sebuah pesan aku dapat mengetahui keseharianmu. Pesan singkatmu yang memberikan sedikit perhatianmu menanyakan aku sudah makan apa belum, mengingatkan aku agar tidak pulang malam dan terlebih ucapan selamat pagi dan selamat tidur darimu. Hanya ucapan sederhana namun dapat membuatku tersenyum dari awal ku membukakan mata hingga aku memejamkan mata kembali. Namun entah apa akan ku dapatkan lagi sebuah ucapan dan perhatian kecil darimu itu. Karna mungkin kini akan ada jarak diantara kita. Perasaan kita yang bertolak belakang lah yang akan membuat ini semua berbeda. Kamu yang tidak ingin semua ini salah paham. Namun aku terlambat. Iya!!! Aku terlambat mengartikan semua kebaikanmu selama ini. Kebaikan ini kau berikan kepada siapapun yang kau kenal. Dan aku mengartikan kalau kamu ada rasa padaku padahal tidak. Kamu sama sekali tidak ada perasaan padaku. Sedikitpun tidak. Entah berapa kali aku harus mengakhiri rasa yang bahkan untuk aku jalin saja tidak. Rasa  yang baru tumbuh harus aku urungkan kembali. Dan lebih menyakitkan saat kamu juga menyuruhku melupakamu secara perlahan. Apa tak ada kesempatan bagiku??? Kesempatan untuk aku mencoba mencari celah dalam hatimu. Menjadi seseorang yang menemani keseharianmu dalam senang maupun sedih. Menjadi seseorang yang kau genggam tangannya. Menjadi seseorang yang kau sayangi. Menjadi seseorang yang akan selalu kau jaga perasaan dan raganya. Berkhayalkah aku?? Ya!!! Itu hanya khayalan yang mungkin takkan menjadi kenyataan. Betapa mirisnya semua kisah yang ku alami bukan. Aku terjatuh tanpa ada sedikit alas. Aku terhempas kala aku tengah terbang menikmat lembut awan. Aku terhanyut ketika aku tengah meneduhkan hati dengan jernihnya air sungai. Namun janjiku yang pernah terucap dalam hati. Bahwa aku akan menerima konsekuensi apapun yang akan terjadi, artinya harus aku terima semua ini. Dan akan tetap ku nikmati perasaan ini meski tanpa ada tanggapan darinya. Akan ku simpan semua rasa ini sendiri. Ya!! Hanya aku s.e.n.d.i.r.i........
Aku baru mengenalmu, kau memikatku dengan perhatianmu.
Aku jatuh hati padamu sedang kau tidak sedikitpun.
Aku ingin menyimpannya namun kau suruh aku melupakan.
dhizna 

Sabtu, 18 Mei 2013

TERLALU CEPAT


Aku terdiam dalam sudut terasingku. Mencoba mencari apa yang sebenarnya hati ini inginkan. Meski sampai kini aku masih tak tau apa yang aku inginkan. Aku hanya menunggu tanpa tau pasti apa yang harus aku tunggu. Mencoba mengambil langkah kedepan meski ragu penuh menggeluti kaki ini. Namun aku pun tak ingin kembali mengahadap arah belakangku. Meski yang aku ketahui aku masih bertemu apa dengan rasa kecewa. Yang mungkin sudah sedari dahulu aku rasakan. Tak tau sampai kapan rasa itu akan aku rasakan. Bisakah sejenak saja aku merasa tak di hantui rasa kecewa. Aku hanya ingin bahagia tanpa ada yang tersakiti. Dan tanpa pula aku merasa kecewa untuk diriku sendiri. Namun nyatanya itu terlalu sulit. Apa yang salah pada diriku? Salahkah untuk mencinta? Waktu yang salah atau hati ini yang salah memilih seseorang. Seseorang yang bahkan untuk bermimpi mendapatkannya pun aku tak berani. Ia yang terlihat sangat sempurna sedang aku seperti daun kering yang terhempas dari tangkainya. Terhempas terbang begitu saja. Aku merasa bodoh karna memiliki perasaan ini. Untuk apa aku memiliki rasa ini?? Perasaan yang takkan pernah berujung pasti. Perasaan yang baru saja akan aku kembangkan namun harus aku padamkan. Karna aku tak ingin ada hati yang tersakiti karna perasaan bodoh ini. Perasaan yang harusnya tak pernah aku rasakan. Ada perasaan rindu saat aku mulai menjaga jarak dengannya. Perasaaan ingin menyapa namun aku tak mampu. Aku bahkan terlalu takut. Takut rasa ini makin berkembang hingga aku makin lemah menahannya. Aku hanya ingin seperti mereka yang dapat saling mencinta dan dicintai. Tanpa ada rasa paksaan, yang ada hanya sebuah ketulusan ari kedua belah pihak. Apa terlalu tinggi keinginan ini??
Aku tak memperhatikanmu dengan kedua mata ini.
Namun aku mulai menyukaimu dari sebuah ketikan.
Terlalu cepat dan bodoh........
Dhizna 

SURATMU - 240611


Aku berharap kamu selalu tahu
Karna aku akan selalu mencoba
Tuk jadi yang terbaik untukmu
Slama jantung ini masih berdetak
Dan aku selalu berusaha
Untuk selalu merasakan cintamu
Karna hanya itu yang mampu
Membuatku merasa bebas
Karna hanya kamu satu-satunya yang masih mampu
Mendetakkan jantungku
Jangan pernah ragukan lagi bagaimana perasaanku
Ku harap kamu slalu sayang
Slalu cinta...
Slalu setia...
Sampai kapan pun
Cuma itu yang aku pinta darimu
Jangan pernah sia-siakan perasaan ini
Sebelum akhirnya kan menyesal setelah ku tiada.....
“Setia selalu ya sama aku.
 Cuma aku pacar kamu.
Cuma aku yang kamu sayang.
Cuma aku yang bisa jadi milik kamu.”
Do you remember???? You say to me????
Dhizna.... :”(

SOMEONE IS YOU

Entah apa yang harus aku deskripsikan dengan malam ini. Malam yang sebelumnya tak pernah aku bayangkan. Seseorang yang sudah lama tak ku temui kini ada berada lebih dekat denganku. Hanya kedekatan biasa namun sangat berkesan untukku. Ia yang sebelumnya menawarkan ku untuk mengajariku mata kuliah “statistika” yang kebetulan aku tak begitu menguasai materi tersebut. Dan dengan antusias aku menerima tawarannya. 
Dan belajar pun di mulai........
Keterlambatan datang kerumahnya. Lalu posisi duduk dengan mata yang sangat bisa saling bertatap. Oh tuhan!!!! Rasanya lutut ini seperti tak bertulang. Lemas!!! Tawa geli yang mengiringi apa yang ia terangkan. Sampai ia bertanya “lu kenapa ketawa?” dan aku hanya dapat menjawab “gapapa cuma pengen ketawa aja kok”. Keseriusannya menerangkan dan keseriusan ku menatapnya *EHHH* ^-^ hehehe nggak kok aku juga ikut serius menyimak apa yang ia jelaskan. Ia yang memberikan contoh soal dan memberikan gambaran rumus dan di lanjut dengan aku yang menjawab. Terdapat beberapa kali keteledoranku yang mungkin membuatnya jengkel. Sampai pada keteledoranku yang terakhir saat aku salah di bagian perkalian dan penjumlahan ia sampai ngomong “duh na gue mending tidur deh” dan beberapa kali ia mengatakan “bukan gitu sayang” rasanya tuh kayak terbang melayang ke nembus bagian langit ke4 #Lebay hehehe :D apalagi saat ia tiba mengelus kepalaku arrrgghhhhhhhhhhhh itu tuh rasanya kayak terbang ke langit ke7 muter-muter di negeri bintang terus ketemu pangeran #FIXGUELEBAY hohohoho =)) tapi sumpah rasanya seneng banget kalo ada yang sampe ngelus2 rambut kayak gitu.
Di sela-sela aku mencari soal mana lagi yang belum aku mengerti saat itu pula dia menanyakan “Tulisan Someone mana lagi nih? Udah ada yang nanyain juga kan di Facebook” seketika aku diam dan refleks melempar tempat pensil yang ada di tanganku saat itu dengan senyum malu yang tak bisa aku bendung. Bodoh!!!!! Mengapa ia tanyakan itu. Menyindirikah?? Atau apa??? *mending masuk lemari terus tutup muka pake bantal* (-____-!!)
Dan, hal yang lebih mengejutkan lagi adalah ternyata ia di panggil dirumahnya itu AA....... arrrrgggghhhhh kejutan macam apa ini?????? 

Minggu, 21 April 2013

AKHIRI SAJA


Aku kini tengah menjalin hubungan dengan seseorang. Seseorang yang sangat tidaklah asing buatku. Namun entah mengapa semua terasa berbeda. Tak ada kebahagiaan!!!! Iya!!!! Tak ada sedikitpun kebahagiaan yang aku rasakan karna dirinya. Yang aku rasa hanyalah rasa jenuh yang selalu melanda, amarah yang selalu bangkit saat berkomunikasi dengannya. Sifatnya yang sangat tidak peka. Tak ada perhatian dalam dirinya untukku. Tak ada kepeduliaan. Sifatnya yang terlalu menganggap semua ucapanku adalah lelucon semata.  Apa yang salah dengan diri ini??? Tak ada sedikitpun kepedulian dalam diri ini untuk dirinya. Bahkan untuk bermanis dengannya pun seketika bisa saja musnah. Dan seketika itu pula datang perasaan benci yang begitu besar. Perasaan lelah akan dirinya selalu saja hinggap. Namun entah bagaimana aku dapat mengakhiri hubungan tanpa adanya rasa sayang dalam diri ini. Ketidak tegaan dalam diri ini. Dan juga perasaan takut mengecewakan orang lain. Atau mungkin akulah yang salah dalam adanya hubungan ini??? Aku yang sesungguhnya belum siap membuka hati untuk orang lain dan hati yang masih saja untuk seseorang di masa laluku??? Sebesar inikah pengaruhnya??? Namun aku rasa ada atau tidak dia di dalam kehidupanku. Hubunganku dengannya tidak akan berjalan dengan baik.....
Ya Allah jika ia bukan jdohku jauhkanlah ia dariku..
Namun jika ternyata ia benar jodohku aku ingin kau bersedia menggantikannya dengan yang aku inginkan..
Maafkan aku Ya Allah....
Dhizna

Jumat, 22 Maret 2013

MELAWAN WAKTU

Akulah seseorang yang selalu menganggapmu penting dan akulah seseorang yang selalu kamu acuhkan.
Akulah seseorang yang selalu menunggu kabar darimu dan akulah seseorang yang selalu kamu abaikan.
Akulah seseorang yang selalu mendambakan perhatian darimu dan akulah seseorang yang selalu kamu campakan.

Kini kita seakan di pertemukan kembali dengan jarak. Kita kembali berada pada sisi yang berbeda. Atau mungkin memang kita tidak pernah berada dalam satu ruang yang sama. Semua tatapan, sentuhan, bahkan pelukan itu. Apa semua itu hanya ilusi saja? Semua perbincangan ringan bahkan candatawa. Apa semua itu hanya fatamorgana? Aku tak ingin kembali merasa sendiri. Meski aku berada dalam ruang lingkup yang begitu penuh dengan tawa namun aku masih merasa sendiri. Hanya kamu. Hanya kamu yang membuat aku merasa penuh asupan semangat. Hanya kamu yang membuat semua terasa lebih indah. Hanya kamu.
Entah dalam ini semua siapa yang paling buta. Aku atau kamu. Kamu yang buta akan perasaanku. Ketidakpekaanmu terhadap apa yang kamu lihat, terhadap apa yang aku lakukan. Atau aku yang buta karna memang kenyataanya perasaamu lah yang tidak lagi berpihak pada hati ini.

Kamu datang dengan penuh ambisi. Memberikan semua kebahagian. Menyertakan tawa di dalamnya. Namun mengapa pada akhirnya kamu tetap memberi sepercik luka? Tahukah kamu, kamu menyakiti hati paling rapuh di dunia. Hati aku. Akulah orang yang paling rapuh saat kamu pergi. Saat kamu jauh. Saat kamu tak lagi berada disampingku. Bahkan aku kehabisan kata untuk mendeskripsikan semua.

Mungkin waktu yang salah. Waktu yang mempermainkan semuanya. Waktu yang seakan mempercepat kita untuk pada akhirnya berpisah. Dan waktu pula yang seakan memperlambat kebersamaan kita yang penuh tanda tanya ini. Mungkin seharusnya kita di pertemukan dalam waktu yang sangat lama, 2-4 tahun lagi mungkin. Hanya agar memastikan bahwa hati ini telah menghapus kamu sampai pada akarnya. Dan mengunci rapat agar bayangmu tak dapat singgah meski hanya sedetik saja. Namun siapa pun tidak ada yang dapat memastikan semua itu. Apa dalam waktu yang cukup lama itu hati ini sudah berhasil menghapusnya atau belum. Karna menghapusmu adalah dimana aku harus dengan sigap melawan waktu. Melawan jarak. Melawan rindu yang takkan terucap. Bahkan melawan perasaan yang di namakan sayang. Semua itu harus ku lakukan dan entah berapa lama. Karna sudah sampai ini saja aku masih belum dapat menghapusmu. Bahkan perasaan ini masih sangat ku jaga.
Waktu yang membuat ini menjadi rumit.
Namun tak ku sangkal ku nikmati waktu yang pahit ini pula.
Dhizna.

Kamis, 21 Maret 2013

MASIH KAMU


Tak terasa dengan ini
Entah berapa lama
Nantikan indah akan dirimu
Dalam angan ini hanya ada kamu
Hariku hanya ingin bersamamu
Impikan selalu bayanganmu
Hanya harapan yang ku dapat
Apakah semua ini adil untukku
Dan ku rasa semua ini hanya kepalsuan
Ingin ku akhiri semua ketidakpastian ini
Sampai akhirnya ku coba
Anggap semua sudah musnah
Paras wajahmu sudah ku hapus
Ucap manismu tak ku pedulikan
Tangismu kini ku hiraukan
Rasa untukkmu kini telah tiada
Akan ku buka lembar baru tanpamu... lagi....

KAMU


Tersadar akan lamunanku
Enyahkan impianku
Nantikan sambutmu
Dambakan bayangmu
Hangatkan jiwaku
Indahnya dirimu
Hujan yang kini datang
Awali hari ini
Dingin yang merasuki
Ingatkan aku akan dirimu
Sinar matamu
Akan selalu memancar dalam relung hati
Pesona wajahmu
Ungkapan perasaanmu
Tak mampu ku pungkiri
Rasa ku ingin miliki
Akan adanya dirimu untuk berada disampingku........

ZONA KEHIDUPANMU


Zona kehidupanmu yang tampak begitu sempurna. Ingin aku berada lebih dekat dengan akan keindahan itu. Ketika ku beranjak untuk mendekati, seketika langkahku terhenti di persimpang jalan. Sadarku tak pantas berada di zona indah hidupmu. Lalu aku memutuskan untuk mengambil langkah mundur dan berbalik arah. Hingga aku memilih untuk memusnahkan fikirku untuk berada disisimu. Karna aku bagai rumput liar yang berada di tengah indahnya pemandangan bunga nan mekar mewangi. Sedang keberadaaku akan merusak citra indah bunga itu. Aku kembali berada dalam ruang lingkup yang sepi. Namun dari sini aku masih sangat mungkin untuk dapat menatapmu, mengagumimu, dan memperhatikanmu meski semua itu hanya ku lakukan tanpa sepengetahuanmu. Terlintas khayalan gila bahwa kau akan menghampiriku, menyadari keberadaaku dari sudut pandang terkecilmu. Dan kau akan berjalan menatap lurus ke arah dimana aku selalu memperhatikanmu....