Aku
masih dalam pikiran yang sama. Kamu, dan kamu. Begitu banyak yang singgah namun
hanya kamu yang menetap. Hanya saja ada yang berbeda. Kini “Kita” hanya sebatas
aku dan kamu. Kita masih suka menghabiskan waktu bersama namun tidak menjalani
kehidupan bersama. Beberapa kali ku ketahui kamu tengah menggenggam tangan
seseorang. Kamu mempunyai pilihan sendiri akan siapa yang menjadi kekasihmu.
Dan itu bukan aku. Kita hanya masa lalu yang mungkin samapai saat ini tidak
melepaskannya begitu saja, atau itu hanya dalam fikiranku saja. Taukah kamu ada
sedikit luka yang ku rasakan saat mengetahui kamu tengah menjalin hubungan
dengan seorang gadis. Aku selalu mencoba bahagia dihadapanmu. Selalu berharap
ia gadis yang tepat dan tak kau lukainya. Tidak hanya menjadi pelampiasanmu
saat kau jenuh. Iya!! Aku merasa mendjai pelampiasanmu saja. Kamu hanya mencari
ketika ia tak bisa menemanimu. Kamu hanya datang ketika ia sibuk. Kamu hanya
sekedar datang tidak untuk menetap. Tidak akan. Kisah yang lalu takkan terulang
kembali.
Entah
perasaan apa ini. Apa mungkin perasaan yang dulu ternyata masih tersimpan
dengan rapih di dalam hati ini. Atau mungkin aku terlalu nyaman denganmu.
Terlalu sering bersamamu. Terlalu mengandalkanmu. Terlalu mengerti akan kamu.
Kamu yang masih saja belum bisa menetapkan satu nama pada hatimu. Kamu selalu
berpindah dan saat ku tanya mengapa kamu mengakhiri hubungan dengan gadis itu
kamu akan menjawab jawaban yang sama. Mungkin nggak cocok, masih mau nyari,
selalu itu jawabanmu. Aku hanya tersenyum mendengarkan jawabanmu. Dalam hatiku
jujur berkata “ada aku yang selalu di
sampingmu”. Carilah bahagiamu, mungkin bukan denganku kamu merasa bahagia.
Mungkin bukan aku yang menjadi pilihanmu. Tapi, dengan siapapun kamu doa baik
dariku selalu menyertaimu sayang. Aku hanya membenci diri ini yang seakan belum
bisa mengikhlaskanmu. Masih sangat ingin menjalani hari seperti dulu bersamamu.
Karna hanya denganmu aku merasa nyaman, merasa kesederhanaan bisa membuat
bahagia sejadinya. Tak lupa denganmu ada juga kecewa yang membuat luka
separahnya.