Senin, 25 Februari 2013

Masih Tentang Kamu......


Hai kamu... Masih tentang kamu yang aku ceritakan ini. Kamu yang membuatku seakan mati akan waktu. Ya!! Serasa waktu yang mempermainkan aku. Hingga pada akhirnya aku kembali di hadapkan denganmu. Entah mengapa kita harus kembali di pertemukan. Bahkan setelah aku berusaha menjauh. Namun kamu kembali bukan dengan hati yang dulu. Lebih tepatnya hati yang sudah di miliki oleh dia. Ya!! Kekasihmu saat ini. Seakan aku selalu menjadi orang ketiga di setiap hubunganmu. Mengapa tak kau lepaskan saja aku? Walau sejujurnya tidak ada penolakan dalam hati ini untuk kembali menyambutmu kembali dalam hidupku. Menemani hariku yang sepi sejak kepergianmu dalam hidupku. Menghiaskan kembali sebuah senyum bahkan tawa yang sempat menghilang. Namun kamu juga kembali membawakan aku sebuah air mata akan masalalu yang sama sekali belum terlepas dalam ingatanku. Kamu seakan melempar aku kedalam masa indah kita dahulu. Sebelum kamu memutuskan kebahagiaan itu. Sekarang kamu sudah bahagia walau itu bukan karna aku. Aku hanya seseorang yang menyaksikan kamu bahagia dengan tangis yang tanpa terasa selalu membasahi pipi ini dan hati yang menjerit dan berkata “Mengapa bukan karna aku kamu dapat bahagia kini?”. Aku tak ingin menunjukkan rasa pahit ini di hadapmu. Rasa pahit dan rasa bodoh sedunia (cemburu) saat kamu menceritakan tentangnya di hadapku. Itu hak kamu, hanya saja hati ini yang begitu rapuh. Betapa menyedihkannya hidupku yang masih sangat tertuju padamu. Hanya kamu. Setelah sekian lama ini hanya namamu yang masih ku jaga dengan rapi. Jika aku menyebutkan nama lain itu hanya gurauan belaka, hanya ingin tahu apakah kamu akan cemburu saat aku mengucapkan nama dan bukan namamu, namun aku tau itu hanya percobaan bodoh. Karna aku tahu kamu tak akan memperdulikannya meski aku menyebutkan 1000 nama sekalipun. Mungkin perasaanmu untukku sudah lama menghilang sehingga tak ada sedikitpun yang tersisa, yang mungkin saja bisa ku tumbuhkan kembali. Tahukah kamu? Aku masih memiliki rasa ini walau aku bilang rasa padamu sudah berlalu. Semudah itukah kamu percaya dengan kebohongan yang aku buat itu. Tahukah kamu hati ini sakit saat harus berkata “Pertahankan hubungannya dengan dia. Buat dia bahagia sebagaimana kamu buat aku bahagia dulu.” Dan aku mengucapkan semua itu dengan senyuman tanpa kamu tau ada tangis yang ku rasa dalam hati. Aku hanya ingin kamu bahagia, meski aku harus membayarnya dengan air mata. Mengenangmu adalah hal terindah yang aku lakukan setiap malam. Seakan itu seperti dongeng penghantar tidurku yang akan mempertemukan aku dan kamu walau hanya dalam mimpi. Haruskah aku menjauhi mu?? Karna semakin dekat denganmu akan semakin menumbuhkan rasa yang tak sepatutnya ada. Namun menjauh darimu adalah hal yang sangat aku benci meski pernah aku coba lakukan itu dan selalu gagal. Apapun yang akan terjadi antara kita aku akan tetap bersyukur. Mendekat atau bahkan menjauh sekalipun. Aku yakin itu yang terbaik. Tak apa jika aku harus merasa sakit lagi karna mungkin sakit adalah teman setiaku kini. Aku begitu menikmati ketidakjelasan kita. Bodoh!! Memang apa yang aku fikirkan? Hubungan lebih dari ini?? Pemikiran bodoh yang selalu terlintas. Aku dan kamu entah kapan akan menjadi “Kita” yang begitu nyata dan sempurna dengan ketulusan yang menyertai kita. Itu hanya angan dan akan tetap menjadi angan entah sampai kapan. Aku menunggu meski aku tau kau tak butuh aku menunggumu. Aku berharap meski aku tau kau mengabaikan pengharapanku ini. Aku mengkhawatirkan yang tidak memperdulikanku. Dan aku mencintaimu yang begitu mencintai dia........

Tidak ada komentar:

Posting Komentar