Hai kamu..
Kamu yang sudah sangat jarang aku
temui dalam inbox di handphone ku. Kamu yang sudah tak pernah menyapaku di pagi
hari. Memberi ucapan “selamat pagi” serta mengingatkan aku akan sarapan. Hingga
dengan ucapan sesederhana itu kamu dapat menyemangatiku di pagi hari. Namun
entah kapan terakhir aku mendapatkan itu semua. Sadarkah engkau aku mulai
terpengaruh dengan pesan singkatmu itu. Aku selalu menunggu sebuah pesan
sederhana itu di pagi hari. Meski hingga tengah hari tak ku temukan pula sebuah
pesan itu. Namun aku selalu memberikan asupan positif untuk pemikiran ini.
Mungkin kamu tengah sibuk dengan semua tugas kuliah yang harus kau kerjakan.
Hingga pada malam pun tak ku temui pula sebuah pesan darimu masuk dalam inbox
handphone ku. Sampai saatnya aku terlelap dalam harapan. Harapan saat mata ini
terbangun tlah ku dapati sebuah pesan darimu. Kenyataan pahit setelah malam
terlewati dan aku terbangun masih tak ku temui pula sebuah pesan darimu....
Aku tetap melewati hari, menyapa
pagi meski tak ada lagi sapaanmu di pagi hari. Menikmati makan siangku meski
tanpa pertanyaan darimu “udah makan
belum?”. Dan aku tetap berdoa agar aku dapat bertemu denganmu dalam mimpi
meski tanpa ucapan “selamat malam dan
selamat tidur”. Tahukah kamu aku merindukan semua kata-kata perhatian
sederhana darimu. Tapi, dimana kamu??? Haruskah selalu aku yang memulai
menghubungimu???? Haruskah itu??? karna terlalu banyak pula sebuah pesan dariku
yang tak mendapatkan balasan darimu. Aku hampir gila memikirkan ini. Aku hampir
hancur karna ini semua. Entah perasaan tolol apa ini. Aku mengharapkan kamu.
Iya!! Kamu!!!! Kamu yang tak pernah mau mengerti tentang perasaan ini.
Sudahlah!!! Aku bisa mengatasi ini semua. Aku cukup kuat menyimpan semua ini
sendiri. Uruskan saja kesibukanmu dengan semua temanmu, dengan game favorite mu
dan dengan semua tugas yang harus kau kerjakan. Menghubungiku hanya akan
membuang waktumu, iya kan??? Siapa pula aku bagimu, hingga harus selalu
mendapat kabar darimu, apa yang kamu lakukan, dengan siapa kamu, berada dimana
kamu. Aku tak berhak mengetahui itu semua.
Namun kini aku begitu
merindukanmu. Sangat!!! Aku merindukan tatapan matamu. Aku merindukan suaramu
yang cadel. Dan, aku sangat merindukan sebuah pesan singkatmu dalam inbox
handphone ku. Bisakah kamu bersikap seperti dulu???? Aku butuh itu. Aku terlalu
cepat tergantung dengan mu. Dengan perhatianmu. Aku merindukanmu....
dhizna
Tidak ada komentar:
Posting Komentar