Rabu, 27 November 2013

AKULAH PEMUJAMU #1

Aku melihatmu tanpa adanya perencanaan. Saat itu aku baru saja keluar kelas dan aku melihat sosokmu tengah bercanda dengan teman-temanmu. Aku memperhatikan gerak-gerikmu. Mencuri pandangmu dari berbagai sudut. Sosokmu begitu mudah memikat dan mengunci dirimu dalam pandanganku. Setelah itu entah mengapa aku sering membayangkanmu. Mengingat parasmu dalam setiap malamku. Aku ingin bertemu lagi denganmu. Sayangnya aku tak selalu bertemu dengannya. Hanya ketidaksengajaan yang membuat pertemuan itu, terkecuali hari sabtu. Hari dimana awal aku melihatnya.
Sabtu ini aku bertemu dengannya. Aku sengaja menunda kepulanganku seusai kelas hanya untuk bisa melihatnya. Cukup lama aku menunggu untuk sekedar memandangnya. Hingga waktunya tiba, ia keluar kelas dan ia duduk tidak jauh dariku. Tepat di sebelah kiriku. Degup jantung ini berdegup lebih cepat dari biasanya. Hati ini merasakan ada getaran aneh. Serta tubuh ini seakan lemah berada didekatnya. Aku memperhatikannya lebih dalam. Tentunya aku memperhatikannya tanpa sepengetahuannya. Lancangnya fikiranku ingin meraih tanganmu dan menggenggam jemari dalam jemariku. Aku diam seketika ketika dalam pandanganku aku melihat cincin yang melingkari di jari manis sebelah kirinya. Aku berusaha berfikir itu hanya cincin biasa yang ia kenakan. Menolak pemikiran bahwa itu sebuah cincin pertunangan. Mungkinkah??
Betapa bodohnya aku memikirkan hal seperti ini. Hei, aku bahkan tidak tahu namamu, username twittermu, bahkan nomor telfonmu. Nomor telfonmu??? Mengetahui namamu saja sudah membuatku bersyukur. Berkhayalkah aku jika ingin mengenalmu. Bahkan ingin dekat denganmu. Aku akan tetap melihatmu meski pandanganmu tidak akan menoleh kearah ku. Menatapmu dari tempat yang takkan kau sadari. Meski begitu banyak waktu yang akan ku habiskan untuk hanya sekedar memandangmu dalam diamku. Menahan perasaan inginku sapa dirimu atau bahkan hanya untuk sekedar memberi senyum padamu. Aku begitu pengecut. Aku begitu jatuh cinta disetiap pertemuan kita, walau aku begitu sadar diri bahwa hanya kau yang menganggap ini sebagai pertemuan yang pastinya begitu berharga untukku dan tak ingin ku lewatkan sedetikpun.

Kutipan lagu :
“mataku terus tertuju padamu saat ku lihat dirimu tersenyum ingin aku menyapa namun ku terdiam tak ku lakukan”
“apakah kau rasakan getaranku pada dirimu ku hanya duduk terdiam menunggu untuk tau namamu”
“walau ku sangat ingin bertemu walau ku menyukaimu kau jalan berlalu didepan mataku walaupun jadi begini aku tetap melihatmu dari tempat ini”

Ina....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar