Aku melihatmu tanpa
adanya perencanaan. Saat itu aku baru saja keluar kelas dan aku melihat sosokmu
tengah bercanda dengan teman-temanmu. Aku memperhatikan gerak-gerikmu. Mencuri
pandangmu dari berbagai sudut. Sosokmu begitu mudah memikat dan mengunci dirimu
dalam pandanganku. Setelah itu entah mengapa aku sering membayangkanmu.
Mengingat parasmu dalam setiap malamku. Aku ingin bertemu lagi denganmu.
Sayangnya aku tak selalu bertemu dengannya. Hanya ketidaksengajaan yang membuat
pertemuan itu, terkecuali hari sabtu. Hari dimana awal aku melihatnya.
Sabtu ini aku
bertemu dengannya. Aku sengaja menunda kepulanganku seusai kelas hanya untuk
bisa melihatnya. Cukup lama aku menunggu untuk sekedar memandangnya. Hingga
waktunya tiba, ia keluar kelas dan ia duduk tidak jauh dariku. Tepat di sebelah
kiriku. Degup jantung ini berdegup lebih cepat dari biasanya. Hati ini
merasakan ada getaran aneh. Serta tubuh ini seakan lemah berada didekatnya. Aku
memperhatikannya lebih dalam. Tentunya aku memperhatikannya tanpa sepengetahuannya.
Lancangnya fikiranku ingin meraih tanganmu dan menggenggam jemari dalam
jemariku. Aku diam seketika ketika dalam pandanganku aku melihat cincin yang
melingkari di jari manis sebelah kirinya. Aku berusaha berfikir itu hanya
cincin biasa yang ia kenakan. Menolak pemikiran bahwa itu sebuah cincin
pertunangan. Mungkinkah??
Betapa bodohnya aku
memikirkan hal seperti ini. Hei, aku bahkan tidak tahu namamu, username
twittermu, bahkan nomor telfonmu. Nomor telfonmu??? Mengetahui namamu saja
sudah membuatku bersyukur. Berkhayalkah aku jika ingin mengenalmu. Bahkan ingin
dekat denganmu. Aku akan tetap melihatmu meski pandanganmu tidak akan menoleh
kearah ku. Menatapmu dari tempat yang takkan kau sadari. Meski begitu banyak
waktu yang akan ku habiskan untuk hanya sekedar memandangmu dalam diamku.
Menahan perasaan inginku sapa dirimu atau bahkan hanya untuk sekedar memberi
senyum padamu. Aku begitu pengecut. Aku begitu jatuh cinta disetiap pertemuan
kita, walau aku begitu sadar diri bahwa hanya kau yang menganggap ini sebagai
pertemuan yang pastinya begitu berharga untukku dan tak ingin ku lewatkan
sedetikpun.
Kutipan lagu :
“mataku terus
tertuju padamu saat ku lihat dirimu tersenyum ingin aku menyapa namun ku
terdiam tak ku lakukan”
“apakah kau rasakan
getaranku pada dirimu ku hanya duduk terdiam menunggu untuk tau namamu”
“walau ku sangat
ingin bertemu walau ku menyukaimu kau jalan berlalu didepan mataku walaupun
jadi begini aku tetap melihatmu dari tempat ini”
Ina....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar