Sabtu, 02 Mei 2015

KAMU DALAM TANYAKU

pertanyakan. Bagaimana perasaanmu? Bagaimana jika kamu yang jadi aku? Semuanya. Gemuruh dalam kepala semakin memuncak. Aku tak dapat berfikir logika. Semua terasa mati. Hanya logika ku yang mati tidak hatiku. Aku mencaci diriku setiap harinya, "Mengapa aku sampai jatuh hati padamu???". Dalam diamku yang begitu ketakutan akan kehilanganmu, kehilangan yang bahkan memiliki saja tidak. Tuhan, mengapa kau hadirkan aku rasa tapi, tidak mengizinkan aku bersamanya?? Katakanlah aku egois yang begitu ingin mencicipi hidup denganmu. Katakanlah aku iri yang begitu ingin di perhatikanmu seperti dia. Bodoh. Harus ku apa kan hati ini?? Harus aku bagaimana kan perasaan ini?? Dan, apa yang harus ku lakukan dengan harapan serta angan ini??? Andai bisa dengan mudah ku bakar atau ku buang mungkin sudah ku lakukan sejak awal ku merasakannya. Tapi, perasaan ini bukanlah secarik kertas yang dengan mudah ku buang.  Perasaan ini adalah hati yang menyayangimu. Sebut saja kini aku pelampiasanmu, aku yang berusaha selalu ada untukmu. Sebegitu hinanya kah aku hingga menyayangimu adalah suatu kesalahan. Baiklah!! Biarkan aku hidup dalam kesalahanku. Biarkan aku mati karna perasaan yang menggrogoti ku setiap harinya. Mungkin sabarku kurang. Mungkin aku masih harus banyak belajar. Terlebih mungkin kesadaranku sangat lancang. Maafkan aku yang begitu lancang menyayangimu bahkan menaruh harap padamu. Aku menyayangimu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar