Aku
sangat tidak sepadan untukmu tuan. Aku bukanlah seorang gadis cantik seperti
mereka. Aku bukanlah seorang gadis dengan pakaian mewah seperti mereka. Aku
hanyalah seorang gadis manja yang terpaksa kerja karna tuntutan ekonomi. Aku
hanyalah seorang egois yang mempunyai banyak keinginan. Aku tidak pantas
untukmu. Kamu terlalu sempurna bak pangeran di cerita dongeng yang mencintai
gadis disebuah perkampungan. Aku tidak ingin kamu malu lantaran berjalan
berdampingan denganku. Aku tidak ingin kamu mendengar banyak caci maki lantaran
kamu memilih aku. Aku tidak ingin. Aku sangat sadar akan diriku. Siapa aku?
Bagaimana keluargaku? Aku tidak ingin kamu terbebani karna masalahku.
Sudahlah,
cari saja yang lebih baik dari aku. Bukan maksudku untuk mengusirmu. Aku hanya
memikirkan apa aku bisa jadi yang terbaik untukmu kelak. Atau mungkin
sebaliknya. Sebelumnya kita memang tidak saling mengenal jadi ini bukanlah hal
sulit untuk kita agar saling melupa, bukan begitu. Carilah gadis yang akan kamu
panggil dengan panggilan sayang. Dan itu bukanlah aku. Carilah gadis yang akan
menerima segala kelemahanmu, keluh kesahmu, amarahmu dan bahagiamu. Carilah ia
sebagai gadis yang kamu rela memberikan segalanya untuknya. Gadis itu bukan
aku.
Aku
tidak menyalahkan cinta. Aku hanya mempertanyakan bagaimana cinta bisa datang
disaat pertemuan pun belum terjadi. Aku tidak bisa secepat itu menerima. Aku
bukannya tidak percaya akan ketulusanmu. Aku hanya belum bisa menerima sesuatu
yang terjadi tanpa proses. Mungkin bisa saja kamu bukan mencintaiku, kamu hanya
sekedar menyukai atau bahkan hanya sekedar terhanyut oleh hawa nafsumu sendiri.
Sebab cinta yang ku tau tidak seperti ini. Cinta yang ku tau adalah cinta yang
mengalami proses saling mengenal, saling memahami, saling mengerti, saling
perhatian. Proses yang lama untuk menyadarkan bahwa itu adalah perasaan cinta. Aku
bukan tidak mencintai hanya saja aku belum bisa mencintaimu.
follow my account twitter --> @inanovelania
Tidak ada komentar:
Posting Komentar