Tak kuasa aku mengetahui kabar nyatanya tak sebaik yang kau sampaikan. Menutupi segala luka pilu. Aku pun demikian. Tanpa kau ketahui aku menangis sejadinya setelah mendengar kabar tentang kau. Rasa cemas, gelisah semua campur mengaduk hati. Semoga saja Allah berkenan menjaga kau untukku.
November 2015 kita terakhir bertemu. Hanya 5 menit, hanya melepas peluk dan tangis. Itu untuk pertama kalinya aku mengutarakan betapa rindunya diri ini. Saat itu kau tampak kurus. Seperti tak ada yang mengurus. Apa kau makan 3 kali sehari atau seingatnya saja. Kau terlihat lebih hitam, apa karna paparan sinar matahari yang lebih.
Mengapa cinta yang tumbuh sekian lama bisa saja runtuh?? Seakan rasa cinta itu sirna di makan waktu. Mengapa berpisah setelah sedari awal memutuskan bersama. Aku benci perpisahan. Karna hal itu menyakitkan, membuat mata sembab, membuat dada sesak.
Teruntuk kau, aku selalu berdoa untuk kau, semoga diberi kesehatan, diberikan rezeki lebih agar kau dapat menemuiku, semoga kau di beri ketabahan yang luar biasa. Teruntuk kau, papaku tersayang..
Perpisahan membuat rindu...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar