“Sebenarnya kita ini apa?” Pemikiran
itu yang kini menyita fikiranku saat ini. Aku pun rak mengerti dengan apa yang
aku fikirkan. Memang apa yang aku inginkan. Bukankah sebelumnya aku nyaman
dengan ketidakjelasan seperti ini lantas mengapa sekarang aku mempunyai fikiran
seperti itu. Pentingkah sebuah status?? Kite pernah membahas hal ini namun kita
tlah sepakat bahwa kita belum siap untuk hubungan lebih terikat. Bahkan entah
mengapa sekarang aku ragu perasaanmu untukku masih kau simpan. Atau mungkin
kini kau telah memberikannya pada seseorang yang lebih pantas kau berikan. Sebuah
rasa yang tak ku mengerti berasal dari mana dan sejak kapan. Aku merasa semua
perhatianmu tak sepenuhnya kamu kasih buat aku. Aku merasa memang kamu begitu
perhatian terhadap semuanya. Apa hanya aku yang merasa sedemikian tersiksa
seperti ini?? Kamu tidak?? Apa sekarang hanya aku yang mempunyai perasaan ini? Sedangkan
kau tidak.
Salahkah jika aku ingin
bersamamu. Salahkah jika aku ingin menjadi yang lebih di perhatikan olehmu. Salahkah
jika aku ingin hanya aku yang engkau sayangi, yang selalu kau jaga dan takkan
kau biarkan air mata ini menetes karenamu. Apa semua itu suatu kesalahan??? Bukankah
kita takkan pernah tau jika kita tidak mencobanya. Mencoba untuk menjalani
hubungan berdua dengan didasari sebuah perasaan yang tulus dan sebuah
kepercayaan.
Memang sebelumnya aku tidak
pernah merasa cemburu denganmu. Aku masih sangat menganggap semua hanya hal
biasa. Tapi, untuk saat ini aku merasa ada sebuah perasaan kesal serta sesak
yang menyelimuti ketika melihat perbincangan ringanmu dengan seorang gadis
lain. Meski itu hanya di sebuah jejaring sosial, hanya saja itu cukup membuat
aku menghela nafas lemas serta terbesit pertanyaan “Apakah aku cemburu?”. Dan ku
rasa itu benar. Ya!!! Aku cemburu dengan hal sepele itu.
Kini aku takut kamu menjaga jarak
denganku. Aku begitu takut tak mengetahui kabar darimu lagi. Aku begitu takut
kehilanganmu.....
Aku menyayangimu entah dari kapan
aku mulai merasakan itu........
my account twitter : @inanovelania
Tidak ada komentar:
Posting Komentar