Mengapa hanya dari sebuah pesan saja kamu dapat membuatku
tersenyum. Mengapa hanya dari sebuah
perhatian tak berwujud dapat membuatku merasa nyaman. Dan, mengapa hanya
membaca panggilan sayang yang tertulis disebuah pesan saja aku dapat percaya
bahwa itu nyata. Salahkah aku?? Aku akui memang aku bisa dengan mudah merasa
nyaman dengan seseorang dan tak ku pungkiri pula karna itu aku dapat dengan
mudah merasa kecewa. Ya! Semudah itu merasa dua hal yang bertentangan
sekaligus. Tapi, memang itu yang aku
rasakan. Dengan mudah aku dapat merasa
bahagia dan tertawa karna seseorang. Namun seketika seseorang yang sama pula
dapat membuatku kecewa hingga meneteskan air mata.
Kini aku merasa
mulai menyayangi seseorang. Seseorang yang bahkan sebelumnya tak pernah ku duga
bagaimana bisa aku menyayanginya. Bahkan tak pernah ku duga aku menjalin
hubungan dengannya. Semua terjadi begitu saja adanya rencana. Saat menerimanya
aku meyakini hati ini bahwa ialah yang aku pilih. Aku menyakini aku akan sabar
dengan yang akan terjadi berikutnya. Sabar dengan segala kesibukannya yang
masih duduk di bangku SMA. Ya. Dia masih SMA tepatnya dia dua tahun lebih muda
dibandingkan denganku. Aku rasa itu bukanlah masalah. Bukankah saat ini banyak
yang menjalin hubungan dengan perbedaan usia.
Banyak yang
mengatakan hubungan yang baru terjalin itu masih jauh dari pertengkaran. Masih
sangat diselimuti dengan obrolan hangat yang terselip canda tawa atau pertemuan
yang begitu sering dilakukan bahkan seakan ingin sehari dilewati hanya berdua
dengannya. Namun itu semua mungkin tidak terjadi denganku. Aku memang terikat
status berpacaran dengannya namun mungkin itu hanya sekedar status semata.
Karna sampai saat ini aku merasa masih bukan menjadi orang yang spesial
baginya, aku hanya merasa bagai figuran dalam hidupnya. Aku tidak meminta semua
waktunya untukku, aku hanya ingin dia sedikit saja mengerti degan apa yang aku
ingini. Untuk hobinya dia sangat tidak keberatan meluangkan waktunya berjam-jam
tapi, mengapa untukku dia tak bisa? Aku hanya ingin bertemu dengannya walau
hanya sebentar saja. Walau hanya untuk berbincang kecil bercerita bagaimana keseharianmu
disekolah da keseharianku dikampus. Hanya itu. Namun rasanya sangat sulit. Entah sebenarnya dia menganggapku ada atau
tidak.
Sebegitu kecewanya
aku akan dirinya, aku masih saja berusaha berfikir positif akan dirinya.
Mungkin memang aku harus mengerti kesibukannya di kelas 3 ini, mengerti akan
hobinya. Setiap aku berfikir mungkin lebih baik ku sudahi semua ini yang bahkan
baru saja ku mula namun setiap pemikiran itu datang aku selalu mengingat
perkataanya “Aku acungin jempol yang bisa ngerebut kamu...”. Atau setiap aku
merasa bosan aku selalu mengingat betapa bahagianya aku saat mendapati pesan
darinya. Bahkan saat aku merasa lelah dengannya aku selalu beranggapan ini
hanyalah test menguji betapa sabarnya aku mengadapi sikapnya. Aku telah
berusaha mengungkapkan apa yang aku rasakan tanpa harus aku ucapkan berulang
kali. Aku sangat mengkhawatirkan dirinya saat dia tak mengabariku. Aku begitu menunggu
balasan pesan darinya saat aku belum juga mendpatkan respon balasan pesan
darinya. Mencoba menghubunginya berkali-kali meski tak ada jawaban darinya. Namun
mungkin semua yang aku lakukan hanya mengganggu kehidupannya meski bukan itu
maksudku. Aku hanya ingin sedikit di hargai olehnya. Dikabari tanpa harus
diminta. Bisakah kamu sedikit berinisiatif sayang??? Bisakah kamu menganggap
aku layaknya hobi yang kamu lakukan dengan senang hati tanpa adanya paksaan.?
Aku
menyayangimu sayang. Mungkin memang aku yang belum sepenuhnya mengerti dengan
kesibukanmu. Dan kamu juga yang belum mengerti dengan apa yang aku ingini.
Bisakah kita lebih saling memahami tanpa adanya pertengkaran dan aku yang
terluka? Bukankah kamu yang mengatakan padaku agar aku tidak membuatmu kecewa
lantas mengapa kini kamu yang membuatku kecewa bahkan menangis. Benarkan kamu
menyayangiku. Aku bukan undian yang dengan kebetulan bisa kau dapatkan kini.
Aku ingin menjadi seseorang yang kau kasihi, kau sayangi, kau jaga, kau buat
tersenyum disetiap harinya dan seseorang yang kau percayakan dapat menjaga hati
dan kepercayaan juga perasaan sayangmu.
Kita yang begitu di persulit untuk bertatap muka karna mu dan tugasmu mungkin akan di pertemukan nanti atau setelah aku tidak memperdulikan apa itu sebuah pertemuan......
Mungkin cowo mu itu bodoh, atau homo.
BalasHapusBodoh mungkin. Homo tidak.
BalasHapusOk dia bodoh..
BalasHapushehehehehe
BalasHapus:-)
BalasHapus