Aku
menemui sosok pria dalam hidupku. Dia sosok yang menyenangkan, baik, peduli dan
pastinya siap mendengarkan semua keluh kesahku. Aku selalu menceritakan tiap
masalahku padanya. Saat aku bahagia, lagi deket sama seseorang, lagi kesel,
bahkan patah hati karna kembali jadi korban PHP. Miris. Aku merasa sangat
beruntung bisa kenal dengan sosok dirinya. Dirinya yang membuat tenang.
Sampai
pada suatu ketika, aku merasa semakin deket. Aku merasa kedeketan yang nggak
biasa. Atau mungkin hanya aku saja yang merasa demikian. Sedangkan dia tetap
merasa kedekatan yang biasa saja. Hampir setiap waktu aku selalu komunikasi
dengannya. Setiap pagi, waktu istirahat kerjaku bahkan waktu aku pulang sampai
rumah. Merasa diperhatikan saat hati ini terasa sepi dan sendiri. Dia selalu
ingetin hal-hal sederhana, seperti jangan nyelak waktu ngantri parkir
(hahahaha....), jangan lupa cuci muka kalau udah sampai rumah dan sewaktu
istirahat pesannya jangan kebanyakan makan biar nggak ngantuk. Hal yang sangat
sederhana namun berkesan.
Waktu
tau dia dateng ke kampus sama cewek, cewek yang dia taksir pastinya. Aku kecewa.
Ada perasaan aneh bernamakan cemburu. Rasa ingin marah namun apalah hak aku
buat marah. Siapa aku?? Aku mengatakan yang sejujurnya padanya bahwa aku
cemburu, bahwa aku merasakan ada perasaan lain yang aku rasain saat itu. Entah
perasaan sayang atau hanya suka atau mungkin keduanya. Namun tanggapannya hanya
biasa, ia hanya bilang mungkin itu hanya perasaan sesaatku saja. Jika itu hanya
perasaan sesaatku mengapa kini aku merasa sangat kehilangan saat tak mendapat
kabarnya. Sejak pertemuan pertama itu aku merasa ada yang aneh. Dia tak seperti
biasanya. Tak ada pesan masuk seperti hari sebelumnya. Ada apa?? Dimana letak
salahku?? Tolong jelaskan dimana letak salahku!! Jangan diam membisu seperti
ini. Kamu nggak tau betapa sakitnya menerima sikap dingin dan acuh dari orang
yang kita sayang. Terlebih melihat kamu lebih asik dengan yang lain. Aku tak
ingin munafik, aku tak suka melihatnya. Iya!! Aku cemburu. Mencemburui kamu
yang sama sekali tak menganggapku.
Aku
sadar harusnya perasaan ini nggak ada. Aku paham bagaimana mungkin tanah liat
menjadi berlian permata yang berkilau. Aku tau diri kamu takkan memilihku
diantara mereka. Aku tolol karna membayangkan bisa denganmu. Aku bodoh karna
menyangka aku adalah penting bagimu. Aku hanya ingin perasaan ini menjadi nyata
bukan menjadi bangkai busuk tanpa arti. Apa aku harus kehilangan lagi??? Setelah
kamu yang selalu mendengarkan keluh kesahku, kamu yang selalu menyemangatiku. Haruskah
kamu juga yang kini menyakiti dan meninggalkanku????
“aku
membuat tulisan ini sembari mengingat bagaimana aku sangat bahagia ketika
mendapatkan pesan darimu tanpa terasa aku menitikkan air mata. Aku merindukanmu.....”
Inanovelania....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar