Aku merindukan kehadiran
pelangi kala hujan turun. Indahnya berbagai macam warna. Namun sayangnya iu
belum ku temukan. Ya!! Nyatanya air mata ini masih sering menetes tanpa
sengaja. Aku masih saja menangisi kamu. Masih sangat merindukan kamu. Masih
sangat mengimpikan kamu hadir dalam dekapku. Dimana kamu??? Sampai saat ini aku
masih belum menemukan kembalinya hadirmu. Aku menganggap dirimu hilang namun
tidak dengan perasaanku. Mencoba melupakanmu nyatanya malah membuat ingatan itu
semakin terasa nyata. Taukah kamu, setiap malam sebelum tidur aku masih suka
membaca pesan singkatmu yang dahulu. Pesan yang masih tersimpan didalam handphone-ku atau memperhatikan manisnya
pesan yang sengaja aku screenshot
agar aku dapat menjadikannya bukti nyata kamu pernah ada. Aku sangat sadar ini
adalah hal bodoh yang seharusnya tidak aku lakukan, tapi ini sedikit
mengobatiku akan rindu ini. Rindu yang sudah sangat tidak kamu pedulikan.
Kita hanya teman. Ya!! SEBATAS
TEMAN. Pedih. Hanya aku yang merasakan ada kepedihan yang dalam saat membaca dua
kata tersebut. Setelah semuanya kita hanya berujung dengan dua kata tersebut.
Setelah cukup lama aku menunggu, mendambakan pertemuan, sentuhan nyata dan
semua hanya berakhir seperti ini. Aku menginginkan lebih dari ini. Aku inginkan
kamu. Kamu yang menggenggam jemari ini dikala aku bimbang. Kamu yang memeluk
tubuh ini dikala aku lelah. Dan kamu yang memberikan kecupan dikening dikala
aku menitikkan air mata. Itu hanya kan menjadi angan, selalu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar