Minggu, 12 Oktober 2014

SEBATAS TEMAN

Aku merindukan kehadiran pelangi kala hujan turun. Indahnya berbagai macam warna. Namun sayangnya iu belum ku temukan. Ya!! Nyatanya air mata ini masih sering menetes tanpa sengaja. Aku masih saja menangisi kamu. Masih sangat merindukan kamu. Masih sangat mengimpikan kamu hadir dalam dekapku. Dimana kamu??? Sampai saat ini aku masih belum menemukan kembalinya hadirmu. Aku menganggap dirimu hilang namun tidak dengan perasaanku. Mencoba melupakanmu nyatanya malah membuat ingatan itu semakin terasa nyata. Taukah kamu, setiap malam sebelum tidur aku masih suka membaca pesan singkatmu yang dahulu. Pesan yang masih tersimpan didalam handphone-ku atau memperhatikan manisnya pesan yang sengaja aku screenshot agar aku dapat menjadikannya bukti nyata kamu pernah ada. Aku sangat sadar ini adalah hal bodoh yang seharusnya tidak aku lakukan, tapi ini sedikit mengobatiku akan rindu ini. Rindu yang sudah sangat tidak kamu pedulikan.


Kita hanya teman. Ya!! SEBATAS TEMAN. Pedih. Hanya aku yang merasakan ada kepedihan yang dalam saat membaca dua kata tersebut. Setelah semuanya kita hanya berujung dengan dua kata tersebut. Setelah cukup lama aku menunggu, mendambakan pertemuan, sentuhan nyata dan semua hanya berakhir seperti ini. Aku menginginkan lebih dari ini. Aku inginkan kamu. Kamu yang menggenggam jemari ini dikala aku bimbang. Kamu yang memeluk tubuh ini dikala aku lelah. Dan kamu yang memberikan kecupan dikening dikala aku menitikkan air mata. Itu hanya kan menjadi angan, selalu. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar