Jumat, 13 Februari 2015

RINDUKU, KEACUHANKU

Hampir seminggu hujan membasahi bumi setiap pagi. Awan hitam menutupi cahaya matahari. Aku rindu akan hangatnya sinar matahari pagi. Seperti aku rindu akan hadirnya kamu disini.

Heeem apa kabar kamu disana? Terasakah rinduku? Apa kamu merasakan rindu yang sama terhadapku? Aku rasa tidak. Memang siapa aku hingga harus mendapati sebuah rindu darimu. Tak apa. Aku sadar.

Ingin ku habiskan waktu denganmu. Mustahilkah itu? Sekedar duduk menikmati secangkir coklat panas atau coffe yang biasa kau teguk setiap malamnya. Mendengar langsung dari mulutmu bagaimana kehidupanmu. Mungkin ini khayalku saja. Dosakah? Terkadang aku ingin pergi darimu. Menjauh, menghiraukan kabarmu. Aku belum mampu atau memang hati ini tidak ingin melakukannya. Seiring langkah kaki, detakkan jantung bergemuruh kala memikirkanmu, mungkin aku akan melupakanmu. Karna teringat akan hadirnya ia disisimu takkan mampu mengubah aku dan kamu menjadi kita.

"Untuk kamu seseorang yang tengah mencuri perhatianku dengan keacuhanmu. "

1 komentar: