Rabu, 05 Oktober 2016

TWO - PENGABAIAN

Sudah 24 jam aku tak mendapat kabar darimu. Terakhir kita seperti ini adalah beberapa bulan lalu. Saat kamu menunjukkan betapa egoisnya dirimu. Ahhh kembali terulang. Saat itu kamu dengan tiba-tiba tak memberi kabar, 4hari. Waktu yang cukup membuatku kalang kabut. Aku hanya diam, diam dan diam. Semua berantakan. Tak nafsu makan, kerja berantakan, mendiamkan sekelilingku. Aku bagai mati. Dan, kini kita kembali dalam posisi diam. Masalah yang kamu timbulkan tak kamu padamkan malah kamu abaikan. Bukan kamu selesaikan malah kamu diamkan. Sesekali aku ingin menjadi egois sepertimu yang mendiamkan masalah. Aku takkan memulai. Aku lelah mengalah berulang kali. Kita memang dua manusia dengan isi kepala berbeda. Namun aku kira kita mempunyai tujuan yang sama, mungkin aku salah. Aku yang ingin bersama sedang kamu mungkin ingin sendiri. Aku benci menerka. Bisakah kamu tak seenaknya padaku? Bukankah kamu pun punya hati? Aku ingat beberapa kali aku melihat air mata yang tergenang di kedua matamu. Air mata yang disebabkan karna aku. Yang ku kira air mata takut kehilangan diriku. Karna kamu tak ingin aku menghadirkan orang lain dalam hubungan kita. Aku mencoba meredakannya dengan meyakinkanmu bahwa hanya kamulah yang akan ku sayangi, hanya kamu yang akan ku sebut dalam doaku. Hingga kita kembali memeluk. Namun, mengapa kini seakan kamu menghadirkan orang lain dari masa lalu mu? Mengapa disaat seperti ini tak kamu lakukan apa yang aku lakukan? Mengapa kamu tak meyakinkan diriku bahwa ini hanya salah paham. Seakan apa yang aku terka adalah benar adanya. Apa setelah beberapa bulan ini rasa sayang yang slalu kamu ucapkan sudah hilang, bagai daun yang tertiup angin hilang entah kemana.

Aku hanya manusia biasa yang mempunyai hati yang sedikit rapuh. Hati yang berulang kali kamu uji kesetiannya. Aku tak mudah mempercayai, mengapa kau buang kepercayaan itu? Aku sangat percaya kamu mampu hidup tanpa aku. Apa kini kamu akan melepaskan aku?

Aku tak mudah melepaskan...

Ina...


2 komentar: