Sabtu, 20 Oktober 2012

DIAM KU


Hati yang terbalut pilu kini dapat ku rasakan kembali. Hati ini kian tak menentu. Seakan aku kembali menyusuri jalan tanpa arah. Ku coba temuka sisi gelap dalam lorongku namun aku semakin tersesat. Dan kini aku buta akan jalanku. Aku mencoba menahan hati. Mengendalikan luapan emosi. Ku sembunyikan dengan senyum. Ku tutupi dengan tawaku. Namun tak dapat bertahan lama. Semua musnah dengan sendirinya. Bendungan air mata yang ku simpan pecah begitu saja. Lebur tanpa batas. Emosi meluap. Rasa sesak menyelimuti hati dan fikiran. Tak ada yang dapat ku lakukan. Aku mencoba berlari mengingkari yang tengah terjadi namun langkah ini kaku dengan sendirinya. Dan aku hanya bisa diam..... dan diam....... 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar