Hati yang terbalut pilu kini dapat ku rasakan kembali. Hati ini
kian tak menentu. Seakan aku kembali menyusuri jalan tanpa arah. Ku coba temuka
sisi gelap dalam lorongku namun aku semakin tersesat. Dan kini aku buta akan
jalanku. Aku mencoba menahan hati. Mengendalikan luapan emosi. Ku sembunyikan
dengan senyum. Ku tutupi dengan tawaku. Namun tak dapat bertahan lama. Semua musnah
dengan sendirinya. Bendungan air mata yang ku simpan pecah begitu saja. Lebur tanpa
batas. Emosi meluap. Rasa sesak menyelimuti hati dan fikiran. Tak ada yang
dapat ku lakukan. Aku mencoba berlari mengingkari yang tengah terjadi namun
langkah ini kaku dengan sendirinya. Dan aku hanya bisa diam..... dan
diam.......
Tidak ada komentar:
Posting Komentar