Semua
kini terasa semakin semu. Aku tak lagi merasakan udara segar dalam ruang
lingkup hidupku. Namun aku hanya diam dan menikmati sepiku. Aku ingin pergi
melangkah dari kesepian ini. Tak khayal aku semakin terjatuh dalam jurang
sunyi. Teriakkan hati pun takkan terdengar. Ungkapan pedih takkan terasa. Aku
bagai mati di tengah keramaian. Tak ada seorangpun menyadari. Menyusuri lorong
kecil kehidupan. Namun tak ada sedikitpun cahaya yang ku dapati. Ini pahit yang
menusuk. Seribu bahasa diam. Tak ada kata yang terucap dari kebisuaan.
Ketika
ku temukan seberkas cahaya kecil. Ini semua seakan terasa berarti. ku tanamkan
keceriaan dalam diri ini. Ku kembangkan senyum yang lama padam. Ku bangkitkan
gairah hidup. Mulai ku tata kembali kehidupan. Namun ketika ku taruh semua
harapku. Seketika semua runtuh. Hancur bagai debu. Tanpa kepingan yang dapat ku
susun kembali.
Dan
kini semua kehampaan itu kembali. Seakan melekat dalam diriku. Dan jurang
kebisuan kini menanti ku untuk segera menghantamnya. Kembali tenggelam dalam
kebisuan. Dan sepi yang temaniku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar