Kamis, 18 Oktober 2012

SEMU


Semua kini terasa semakin semu. Aku tak lagi merasakan udara segar dalam ruang lingkup hidupku. Namun aku hanya diam dan menikmati sepiku. Aku ingin pergi melangkah dari kesepian ini. Tak khayal aku semakin terjatuh dalam jurang sunyi. Teriakkan hati pun takkan terdengar. Ungkapan pedih takkan terasa. Aku bagai mati di tengah keramaian. Tak ada seorangpun menyadari. Menyusuri lorong kecil kehidupan. Namun tak ada sedikitpun cahaya yang ku dapati. Ini pahit yang menusuk. Seribu bahasa diam. Tak ada kata yang terucap dari kebisuaan.
Ketika ku temukan seberkas cahaya kecil. Ini semua seakan terasa berarti. ku tanamkan keceriaan dalam diri ini. Ku kembangkan senyum yang lama padam. Ku bangkitkan gairah hidup. Mulai ku tata kembali kehidupan. Namun ketika ku taruh semua harapku. Seketika semua runtuh. Hancur bagai debu. Tanpa kepingan yang dapat ku susun kembali.
Dan kini semua kehampaan itu kembali. Seakan melekat dalam diriku. Dan jurang kebisuan kini menanti ku untuk segera menghantamnya. Kembali tenggelam dalam kebisuan. Dan sepi yang temaniku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar