Aku terdiam dalam
sudut terasingku. Mencoba mencari apa yang sebenarnya hati ini inginkan. Meski
sampai kini aku masih tak tau apa yang aku inginkan. Aku hanya menunggu tanpa
tau pasti apa yang harus aku tunggu. Mencoba mengambil langkah kedepan meski ragu
penuh menggeluti kaki ini. Namun aku pun tak ingin kembali mengahadap arah
belakangku. Meski yang aku ketahui aku masih bertemu apa dengan rasa kecewa.
Yang mungkin sudah sedari dahulu aku rasakan. Tak tau sampai kapan rasa itu
akan aku rasakan. Bisakah sejenak saja aku merasa tak di hantui rasa kecewa.
Aku hanya ingin bahagia tanpa ada yang tersakiti. Dan tanpa pula aku merasa
kecewa untuk diriku sendiri. Namun nyatanya itu terlalu sulit. Apa yang salah
pada diriku? Salahkah untuk mencinta? Waktu yang salah atau hati ini yang salah
memilih seseorang. Seseorang yang bahkan untuk bermimpi mendapatkannya pun aku
tak berani. Ia yang terlihat sangat sempurna sedang aku seperti daun kering
yang terhempas dari tangkainya. Terhempas terbang begitu saja. Aku merasa bodoh
karna memiliki perasaan ini. Untuk apa aku memiliki rasa ini?? Perasaan yang
takkan pernah berujung pasti. Perasaan yang baru saja akan aku kembangkan namun
harus aku padamkan. Karna aku tak ingin ada hati yang tersakiti karna perasaan
bodoh ini. Perasaan yang harusnya tak pernah aku rasakan. Ada perasaan rindu
saat aku mulai menjaga jarak dengannya. Perasaaan ingin menyapa namun aku tak
mampu. Aku bahkan terlalu takut. Takut rasa ini makin berkembang hingga aku
makin lemah menahannya. Aku hanya ingin seperti mereka yang dapat saling
mencinta dan dicintai. Tanpa ada rasa paksaan, yang ada hanya sebuah ketulusan
ari kedua belah pihak. Apa terlalu tinggi keinginan ini??
Aku tak memperhatikanmu dengan kedua mata ini.
Namun aku mulai menyukaimu dari sebuah ketikan.
Terlalu cepat dan bodoh........
Dhizna
Tidak ada komentar:
Posting Komentar