Aku adalah
seorang pelupa namun tak mampu melupakanmu. Aku tengah mencoba lupa akan sosokmu.
Aku menjadi bodoh dengan perasaanku sendiri. Iya!! Ini perasaanku, bukan
perasaanmu. Sebab disini hanya aku yang merasakan ini semua. Hanya aku yang
mempunyai rasa teramat dalam untukmu. Aku yang hampir ditiap malamku selalu
merindukanmu. Aku yang disetiap detikku selalu memikirkan dan mengingatmu. Dan,
hanya aku yang disetiap doaku selalu menyantumkan namamu.
Entah kamu
tak tau semua itu atau kamu hanya berpura buta dengan ini semua. Aku ingin
menjadi apa yang kamu perjuangkan. Aku ingin menjadi apa yang kau impikan. Dan,
aku ingin menjadi tujuanmu. Aku ingin menjadi rumah di mana kamu akan kembali dikala
letih mencari, berjalan dan kembali memelukku. Mimpikah aku?? Spertinya
demikian. Menyedihkan sekali diri ini. Kamu begitu acuh dengan semua ucap rindu
yang aku katakan. Kamu begitu dingin dengan tatap mata yang ingin sedikit saja
kamu lihat tulusnya. Ingin sekali aku meraih kedua tanganmu, menatap kedua bola
matamu dan mengatakan dengan sangat yakin “sayang, aku begitu menyayangimu dan
aku ingin melewati setiap hariku denganmu” namun sadarku takkan mungkin aku
mengatakan semua itu padamu. Ingin sekali ku habiskan satu waktu hanya
denganmu, menyambut sang mentari dengan senyum bahagia dan menikmati kembali
sang mentari tenggelam dengan kedua tangan yang saling menggenggam serta
menikmati sisa malam penuh bintang dengan perbincangan kecil untuk melangkah
kedepan dan menutup hari dengan sebuah kecupan manis dikening ini. Bahagia
rasanya membayangkan itu semua terjadi. Apa keinginan itu terlalu muluk bagimu?
Merepotkanmu?
Sayang, jangan biarkan aku berjuang sendiri. Salahkah aku memanggilmu
demikian? Begitu lancangnya aku. Mengapa aku begitu sulit melupakanmu sedang
kamu begitu mudah mengabaikanku? Mengapa masih ku pertanyakan hal bodoh seperti
demikian, jawabannya sudah pasti karna kamu tidak punya perasaan sedalam yang
ku rasakan. Entah tak mampu atau aku yang tak mau untuk melupakanmu. Karna yang aku tau kala aku mencoba melupakanmu ada siksa yang tak dapat aku terjemahkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar