Minggu, 12 Oktober 2014

TAK MAMPU ATAU TAK MAU

Aku adalah seorang pelupa namun tak mampu melupakanmu. Aku tengah mencoba lupa akan sosokmu. Aku menjadi bodoh dengan perasaanku sendiri. Iya!! Ini perasaanku, bukan perasaanmu. Sebab disini hanya aku yang merasakan ini semua. Hanya aku yang mempunyai rasa teramat dalam untukmu. Aku yang hampir ditiap malamku selalu merindukanmu. Aku yang disetiap detikku selalu memikirkan dan mengingatmu. Dan, hanya aku yang disetiap doaku selalu menyantumkan namamu.
Entah kamu tak tau semua itu atau kamu hanya berpura buta dengan ini semua. Aku ingin menjadi apa yang kamu perjuangkan. Aku ingin menjadi apa yang kau impikan. Dan, aku ingin menjadi tujuanmu. Aku ingin menjadi rumah di mana kamu akan kembali dikala letih mencari, berjalan dan kembali memelukku. Mimpikah aku?? Spertinya demikian. Menyedihkan sekali diri ini. Kamu begitu acuh dengan semua ucap rindu yang aku katakan. Kamu begitu dingin dengan tatap mata yang ingin sedikit saja kamu lihat tulusnya. Ingin sekali aku meraih kedua tanganmu, menatap kedua bola matamu dan mengatakan dengan sangat yakin “sayang, aku begitu menyayangimu dan aku ingin melewati setiap hariku denganmu” namun sadarku takkan mungkin aku mengatakan semua itu padamu. Ingin sekali ku habiskan satu waktu hanya denganmu, menyambut sang mentari dengan senyum bahagia dan menikmati kembali sang mentari tenggelam dengan kedua tangan yang saling menggenggam serta menikmati sisa malam penuh bintang dengan perbincangan kecil untuk melangkah kedepan dan menutup hari dengan sebuah kecupan manis dikening ini. Bahagia rasanya membayangkan itu semua terjadi. Apa keinginan itu terlalu muluk bagimu? Merepotkanmu?
Sayang, jangan biarkan aku berjuang sendiri. Salahkah aku memanggilmu demikian? Begitu lancangnya aku. Mengapa aku begitu sulit melupakanmu sedang kamu begitu mudah mengabaikanku? Mengapa masih ku pertanyakan hal bodoh seperti demikian, jawabannya sudah pasti karna kamu tidak punya perasaan sedalam yang ku rasakan.  Entah tak mampu atau aku yang tak mau untuk melupakanmu. Karna yang aku tau kala aku mencoba melupakanmu ada siksa yang tak dapat aku terjemahkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar