Jumat, 17 Agustus 2018

DISINI AKU DIAM

Berada di tengah-tengah keluarganya. Disini aku kikuk. Disini aku bingung. Disini aku hanya diam. Entah apa yang harus ku lakukan. Apa yang harus ku kerjakan.

Terlebih kali ini yang sulit di ajak kompromi. Berjalan saja sulit. Terlalu lama berdiri membuatku merasakan ngilu yang luar biasa. Lantas aku harus apa? Aku hanya berbaring sembari menggerakkan perlahan kaki ini. Namun tetap saja ketika untuk berjalan aku harus merasakan senat-senut lalu ku paksakan melangkah.

Dan yang membuat ku jengkel adalah sikapmu. Kamu yang malah asik dengan duniamu. Kamu yang malah asik dengan game mu. Kamu yang lupa bahwa ada aku disini. Iya!! Kamu lupa. Kamu yang terbiasa dengan tidak ada yang mengganggu. Kamu yang terbiasa tanpa seorang yang memarahimu ketika kamu terlalu lama dengan gadgetmu. Kamu yang terbiasa tanpa seseorang yang menentangmu ketika kamu terus-terusan merokok. Iyaaaa! Kamu belum terbiasa denganku. Kamu belum terbiasa dengan kemauanku. Dengan apa-apa saja yang membuatku kesal.

Aku diminta mengerti akan kemauanmu. Akan semua keinginanmu. Keinginan waktumu untuk nge-game. Keinginan waktumu dengan duniamu. Aku sering menunggumu entah itu sejam atau dua jam untuk kamu bergame ria. Bahkan aku sering menunggu sampai aku terlelap. Entah terlalu lelah atau terlalu lama. Padahal dulu ketika kita belum sedekat ini, kamu sering menghabiskan waktumu meski hanya dengan chat, telfon, atau video call. Aku lebih penting dibandingkan game katamu. Namun kini? Ada aku pun tak membuat pengaruh besar untukmu.

Sudahlah. Aku akan diam.

Inanovelania.

1 komentar: