Ingin ku utarakan sesuatu padamu...
Entahlah ini tepat atau tidak. Hanya saja tak ada waktu yang tepat jika slalu ku mencari waktu itu. Waktu yang tepat itu harus ku ciptakan sendiri. Dan kini saatnya. Begitu hatiku tak karuan saat ingin menyampaikan ini. Rasanya degup jantungku berdegup lebih cepat dari biasanya. Aliran darah ini mengalir dengan hebat. Sekujur tubuh ku dingin, membeku. Namun, tekad ini bulat. Ku tarik nafasku, lalu ku hembuskan kembali. Merilekskan perasaan ini. Menatap kedua bola matamu. Menggenggam kedua tanganmu dengan kuat. Perlahan ku mulai bersuara.
Sayang, ingin ku utarakan padamu. Aku seorang gadis yang berada tepat di depanmu. Akulah yang sedari awal tak menyadari keberadaanmu. Tak begitu menganggap hadirmu. Aku yang hanya tau bahwa kamu adalah temanku, hanya sebatas teman kerjaku. Tak lebih. Bahkan tak ada fikiran jika kita akan cocok dalam berbagai hal. Atau mungkin hanya beberapa. Aku tak begitu tau akan dirimu. Bukan hal penting ku rasa mengetahui apa yang kamu suka dan apa yang tidak kamu sukai. Memang untuk apa aku tahu semua itu? Tak ada pengaruhnya untukku. Nyatanya Sang Maha Pencipta punya skenarionya sendiri. Aku yang hanya sebagai pemeran hanya mengikuti. Kini aku begitu dekat denganmu. Tak pernah ku sangka, aku akan ada dalam cerita hidupmu. Menjadi bagian dari kisahmu. Menjadi seorang yang kau sayangi. Menjadi seorang yang kau jaga. Dan, aku pun tak mengira bahwa kamu akan membuatku nyaman separah ini. Membuatku ingin mengetahui apa yang kamu suka dan tidak suka. Membuatku memaklumi ketika kamu sibuk dengan game-mu atau dengan bacaan komikmu. Bahkan yang dahulu aku sangat tidak peduli ketika kamu sibuk dengan game-mu, kini aku merasa cemburu sebab kamu begitu asik dan aku hanya mematung memerhatikan.
Sayang, pahamilah apa yang ku sampaikan. Jadilah kamu seorang yang tersabar dalam menghadapi egoku. Jadilah kamu seorang yang tersayang dalam menghadapi manjaku. Jadilah kamu yang terbuka dalam semua masalah hidupmu. Jadilah kamu yang terbijak dalam setiap masalah kita. Jadilah kamu yang terbaik dalam setiap sisi. Jadilah kamu yang selalu ada. Jadilah kamu yang akan membimbingku menjadi yang lebih baik. Jadilah kamu seorang teman dalam hidupku. Jadilah kamu seorang imam untukku dan keluarga kecil kita. Jadilah kamu seorang akan slalu ku sayangi dan cintai.
Sayang, sudah ku utarakan semua yang ingin ku utarakan. Yakinlah bahwa aku memilihmu. Saat ini dan nanti. Aku menyayangimu...
Terutukmu yang kini ku sayangi,
Faisal Febriansyah Batubara....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar